Ketua Dewan Pakar DPP HKTI: Keanekaragaman Hayati Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia

Jum'at, 19 Agustus 2022 - 21:56 WIB
loading...
Ketua Dewan Pakar DPP...
Ketua Umum Dewan Pakar DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Agus Pakpahan menilai keanakeragaman hayati mampu membuat ketahanan pangan Indonesia kuat. Foto ist
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pakar DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Agus Pakpahan menilai keanakeragaman hayati mampu membuat ketahanan pangan Indonesia kuat. Sebab, ketahanan pangan tidak hanya berasal dari beras, tetapi bisa dari berbagai jenis pangan lokal yang ada.



“Banyak keanekaragaman hayati di Indonesia. Kita bisa ambil keuntungan dari iklim tropis, lalu struktur kepulauan juga. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah harus melihat kondisi itu,” kata Agus Pakpahan dalam diskusi virtual bertajuk “TantanganKetahanan Pangan” yang digelar FMB9, Jumat (19/8/2022). Baca juga: Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan

Agus mengatakan, diversifikasi pangan akan membuat ketahanan pangan kita lebih adaptif ke depannya, sehingga lebih tahan menghadapi krisis. Menurutnya, pengembangan pangan di Indonesia harus disesuaikan dengan kondisi di setiap daerah.

“Sagu misalnya bisa dikembangkan di Papua, karena itu tidak perlu ada konversi lahan di sana. Begitu juga yang dilakukan di Kalimantan dan daerah lainnya, sesuai dengan potensi di sana,” ujar Agus.

Dengan menggunakan cara pandang keanekaragaman hayati sebagai sumber daya utama, lanjutnya, Indonesia bisa lebih fleksibel, bisa lebih adaptif dengan masa depan. "Karena sesuai dengan iklim tropika, dengan keanekaragaman hayatnya. Misalnya sukun, talas, sagu kita bisa jadikan tepung yang sama sama ada juga karbohidratnya,” ucapnya.

Agus mengatakan, meski Indonesia mengalami swasembada beras saat ini tetapi faktanya kita masih banyak impor buah-buahan dari negara lain. "Begitu juga sayur-sayuran, kita masih imporprotein, dan mineral," pungkasnya.

Mengacu pada data Global Hunger Indeks, tambahnya, Indonesia masih tertinggal 50 tahun dari negara maju. Karenanya itu, pakar HKTI ini mendorong agar Indonesia fokus pada peningkatan kapasitas pertanian untuk jangka panjang. Inovasi teknologi pertanian itu harus terus dilakukan, seperti yang dilakukan Jepang.

"Kenapa itu dilakukan karena lahan itu konstan, maka harus inovatif agar nilai tambahnya meningkat. Pertanian harus terintegrasi dengan industrialisasi, sehingga bisa meningkatkan nilai tambah per unit sumber daya alamnya,” bebernya.

Lanjut Agus, Indonesia perlu belajar dari apa yang telah dilakukan Jepang. Negara tersebut menggunakan pendekatan fungsionalitas dalam membangun ketahanan pangannya, bukan pendekatan komoditas. Baca juga: Dorong Produksi, Startup Ini Fasilitasi Petani dengan Pelatihan dan Sentra Pasca Panen

"Sementara kita masih menggunakan pendekatan komoditas. Pendekatan fungsionalitas itu bukan fokus pada beras, jagung dan lain lain, tetapi kita masuk misalnya ke protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral," tutupnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Rekomendasi
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Berita Terkini
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved