Ganjar: Rakyat Indonesia Selalu Punya Cara untuk Bersatu
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 15:15 WIB
loading...
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menghadiri pengajian peringatan Muharrom 1444 H Spirit Persatuan untuk membangun bangsa di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyebut rakyat Indonesia selalu memiliki cara untuk bersatu. Hal itu disampaikan Ganjar usai menghadiri pengajian peringatan Muharrom 1444 H bertema 'Spirit Persatuan untuk membangun bangsa' di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/8/2022).
"Dengan kekhasan Indonesia rakyat kita itu punya cara untuk bersatu, tentu dengan kulturnya, dengan nilai-nilainya," katanya.
Baca juga: Ganjar Pranowo: Ora Obah Ora Mamah
Ganjar mencontohkan, persatuan dapat dirasakan ketika rakyat berbondong-bondong datang ke pengajian. Ganjar mengatakan, saat pengajian semua orang berkumpul, senang, dan gembira.
"Karena semua orang berkumpul. Ada tidak yang tawuran? Tidak. Ada orang senang, orang bergembira, ngaji di sana, dan semuanya senang. Lalu atribut ulamanya laku. Kopiahnya laku, sorbannya laku, semua laku. Orang jualan makanan laku," tuturnya.
Dalam contoh ini, Ganjar menyebut kekuatan civil society rakyat Indonesia dengan sendirinya sudah membentuk persatuan di masyarakat. Terlebih ada budaya saling menghormati di lingkungan sosial.
"Di situlah kemudian orang bisa saling memahami dan mengerti untuk tidak menyakiti. Itu nilai persatuan menurut saya secara kultural bagus banget," tuturnya.
"Dengan kekhasan Indonesia rakyat kita itu punya cara untuk bersatu, tentu dengan kulturnya, dengan nilai-nilainya," katanya.
Baca juga: Ganjar Pranowo: Ora Obah Ora Mamah
Ganjar mencontohkan, persatuan dapat dirasakan ketika rakyat berbondong-bondong datang ke pengajian. Ganjar mengatakan, saat pengajian semua orang berkumpul, senang, dan gembira.
"Karena semua orang berkumpul. Ada tidak yang tawuran? Tidak. Ada orang senang, orang bergembira, ngaji di sana, dan semuanya senang. Lalu atribut ulamanya laku. Kopiahnya laku, sorbannya laku, semua laku. Orang jualan makanan laku," tuturnya.
Dalam contoh ini, Ganjar menyebut kekuatan civil society rakyat Indonesia dengan sendirinya sudah membentuk persatuan di masyarakat. Terlebih ada budaya saling menghormati di lingkungan sosial.
"Di situlah kemudian orang bisa saling memahami dan mengerti untuk tidak menyakiti. Itu nilai persatuan menurut saya secara kultural bagus banget," tuturnya.
Lihat Juga :