alexametrics

Ganjar Pranowo: Ora Obah Ora Mamah

loading...
Ganjar Pranowo: Ora Obah Ora Mamah
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. FOTO: Dok Humas Pemprov Jateng
A+ A-
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak larut dalam kesedihan akibat panemi Covid-19. Terlebih belum diketahui masa pandemi akan berakhir, sehingga setelah penanganan kesehatan maka dilakukan penataan ekonomi masyarakat.

"Orang Jawa bilang ora obah ora mamah (tidak bergerak maka tidak makan). Bantuan sosial sudah dan bantuan juga sudah berjalan. Tentu dengan segala kekurangan dan catatannya. Maka pararel dengan itu, saya langsung cepat masuk sektor ekonomi agar segera ada lompatan-lompatan," ucapnya.

Selain melakukan identifikasi di tingkat bawah, Ganjar juga melakukan pengecekan terhadap industri besar yang masih bertahan. Mereka yang masih bisa eksport akan didorong habis-habisan dengan sejumlah insentif yang diberikan.

"Kami sudah bicara dengan Kemenlu dan Kemendag agar mendorong ekspor ke negara-negara yang sekarang sudah dibuka kembali. Negara-negara yang dulu jadi importir kita, kita dorong dan siap suplai secepatnya," tegasnya.(Baca juga: Gibran Dapat Pesan Rahasia dari Ganjar saat Serahkan Bantuan APD, Ada Apa?)



Sementara bagi usaha menengah ke bawah hingga usaha kecil, sejumlah program disiapkan untuk mengembalikan semangatnya dan menghidupkan kembali mereka. Gerakan membeli antar-teman, antar kenalan dan gerakan bangga memakai produk dalam negeri juga akan didorong menjadi tren agar kreatif baru muncul.

"Termasuk saya dorong masyarakat untuk menerapkan normal baru dalam kehidupan. Kita kampanyekan betul penggunaan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan. Kalau semua itu dilakukan, maka kehidupan normal baru yang memang sudah menjadi tuntutan ini bisa berjalan. Ekonomi bisa berjalan dan protokol kesehatan tetap diterapkan," tutupnya.
(nun)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak