Ngeri! Sopir Angkot Luka Parah Diserang Geng Motor di Sukabumi, 1 Pelaku Bawa Celurit Besar
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
"Saya yang mengalami luka sobek pada bagian hidung dan mata membuat darah mengucur membasahi muka dan badan. Lalu saya diberi tisu oleh pedagang bandros yang berada tepat depan lokasi kejadian. Tidak lama ada rekan sesama sopir yang membawa saya ke Bunut (RSUD R Syamsudin SH) dengan angkotnya dan angkot saya ditinggal di lokasi kejadian," tambah Zakaria.
Lebih lanjut Zakaria mengatakan bahwa dirinya mendapatkan pengobatan dengan dicuci pada bagian lukanya dan lalu diperban oleh petugas medis. Setelah itu ia mengambil mobilnya di lokasi kejadian dan pulang ke rumahnya di Kebonpedes dan kejadian tersebut membuat syok keluarganya. Baca juga: Bikin Onar, 16 Anggota Geng Motor Diringkus Polresta Banyumas
Sementara itu Kepala Desa Kebonpedes Dadan Apriandi mengakui bahwa korban merupakan warganya dan dirinya mendapatkan kabar adanya penyerangan tersebut dari istri korban yang menghubunginya lewat aplikasi perpesanan. Setelah mendapat laporan lalu mendatangi rumah korban.
"Ketika saya lihat lukanya parah, lalu saya bawa kembali ke puskesmas untuk dilakukan pengobatan kembali dengan menjahit luka yang sobek. Namun korban tidak mau akhirnya hanya tindakan buka perban dan pembersihan darah yang ada pada lukanya," ujar Dadan.
Lebih lanjut Zakaria mengatakan bahwa dirinya mendapatkan pengobatan dengan dicuci pada bagian lukanya dan lalu diperban oleh petugas medis. Setelah itu ia mengambil mobilnya di lokasi kejadian dan pulang ke rumahnya di Kebonpedes dan kejadian tersebut membuat syok keluarganya. Baca juga: Bikin Onar, 16 Anggota Geng Motor Diringkus Polresta Banyumas
Sementara itu Kepala Desa Kebonpedes Dadan Apriandi mengakui bahwa korban merupakan warganya dan dirinya mendapatkan kabar adanya penyerangan tersebut dari istri korban yang menghubunginya lewat aplikasi perpesanan. Setelah mendapat laporan lalu mendatangi rumah korban.
"Ketika saya lihat lukanya parah, lalu saya bawa kembali ke puskesmas untuk dilakukan pengobatan kembali dengan menjahit luka yang sobek. Namun korban tidak mau akhirnya hanya tindakan buka perban dan pembersihan darah yang ada pada lukanya," ujar Dadan.
(don)
Lihat Juga :