Untung Surapati, Sosok Budak yang Menggerakkan Teman Seperjuangannya Lawan Belanda
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi nasib baik menaungi Untung Surapati, ia selamat dan berhasil bersembunyi. Untung Surapati bersembunyi di sebuah padang ilalang di tengah hutan lebat. Di sanalah akhir ia menggalang kekuatan pasukan. Sejumlah orang-orang dari berbagai daerah Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu, konon akhirnya bergabung dengan Untung Surapati.
Perlawanan pun dilakukan pertama oleh Untung Surapati dan pasukannya. Tapi sayang Untung Surapati dan anak buahnya berhasil ditumpas oleh tentara VOC, banyak pasukan Untung Surapati yang menjadi korban. Baca juga: Kisah Legenda Banyuwangi, Tragedi Kesetian Cinta Sri Tanjung pada Patih Sidopekso yang Berujung Petaka Berdarah
Bahkan dikisahkan hanya tinggal 40 orang pasukan yang masih hidup, dan melarikan diri kembali. Mereka kembali melarikan diri memasuki hutan belantara dan bersembunyi di padang ilalang. Kemudian mereka berlari menuju Cianjur, dan berlanjut ke Cirebon.
Setibanya di Cirebon, Untung Surapati beserta pengikutnya bermaksud mencari perlindungan kepada Sultan Cirebon yakni Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badarudin, yang kala itu memerintahkan di Keraton Kasepuhan Cirebon pada tahun 1677-1723. Tetapi maksud Untung Surapati dihalangi oleh Pangeran Surapati, putra angkat Sultan Cirebon yang konon angkuh.
Terjadilah perseteruan antara Untung Surapati dengan Pangeran Surapati, anak sultan Cirebon. Pertengkaran ini konon akhirnya sampai ke telinga Sultan Anom Abil Makarimi. Mengetahui yang bersalah anaknya Pangeran Surapati, sultan memerintahkan untuk menghukum mati sang anak angkatnya. Sepeninggal Pangeran Surapati, Sultan Cirebon ini memberikan nama tambahan Surapati, di belakang nama Untung.
Perlawanan pun dilakukan pertama oleh Untung Surapati dan pasukannya. Tapi sayang Untung Surapati dan anak buahnya berhasil ditumpas oleh tentara VOC, banyak pasukan Untung Surapati yang menjadi korban. Baca juga: Kisah Legenda Banyuwangi, Tragedi Kesetian Cinta Sri Tanjung pada Patih Sidopekso yang Berujung Petaka Berdarah
Bahkan dikisahkan hanya tinggal 40 orang pasukan yang masih hidup, dan melarikan diri kembali. Mereka kembali melarikan diri memasuki hutan belantara dan bersembunyi di padang ilalang. Kemudian mereka berlari menuju Cianjur, dan berlanjut ke Cirebon.
Setibanya di Cirebon, Untung Surapati beserta pengikutnya bermaksud mencari perlindungan kepada Sultan Cirebon yakni Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badarudin, yang kala itu memerintahkan di Keraton Kasepuhan Cirebon pada tahun 1677-1723. Tetapi maksud Untung Surapati dihalangi oleh Pangeran Surapati, putra angkat Sultan Cirebon yang konon angkuh.
Terjadilah perseteruan antara Untung Surapati dengan Pangeran Surapati, anak sultan Cirebon. Pertengkaran ini konon akhirnya sampai ke telinga Sultan Anom Abil Makarimi. Mengetahui yang bersalah anaknya Pangeran Surapati, sultan memerintahkan untuk menghukum mati sang anak angkatnya. Sepeninggal Pangeran Surapati, Sultan Cirebon ini memberikan nama tambahan Surapati, di belakang nama Untung.
(don)
Lihat Juga :