Bikin Polusi, Warga Protes Pembakaran Sampah Peternakan Kambing
Selasa, 30 Juni 2020 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
Warga BCR, Charles Wijaya menambahkan, pembakaran oleh pengelola ternak dilakukan secara intens setiap hari. Yaitu setiap Maghrib dan Isya, pukul 22.00, dan pukul 24.00.
"Ini sangat mengganggu. Asapnya sampai ke mushola di waktu salat. Juga masuk ke dalam rumah sehingga di malam hari warga sulit beristirahat," tegas Charles.
Dia mendesak peternak menghentikan pembakaran. Sebab, polusi yang dihasilkan bisa membahayakan warga. "Asapnya bisa menyebabkan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Jadi saat ini seolah warga melawan dua ancaman penyakit, COVID dan ISPA," paparnya.
Permasalahan tersebut juga telah dilaporkan ke kanal pengaduan Wali Kota Semarang, Lapor Hendi.
Sementara, perwakilan kelompok peternak, Kasmiran mengaku sudah berupaya mengurangi intensitas pembakaran setelah mendapat imbauan dari pihak kelurahan. Pembakaran selama ini dilakukan untuk mengusir nyamuk.
Dia menuding, petani di sekitar peternakan juga kerap melakukan pembakaran sampah. Sehingga dia ingin supaya jangan hanya menyalahkan kalangan peternak. Dia menyebutkan ada 8 kandang di kawasan tersebut.
"Sebenarnya kami tidak sengaja kalau asapnya sampai ke perumahan. Itu petani juga sering, bahkan saya sendiri biasanya ikut mengingatkan mereka," ujarnya.
"Ini sangat mengganggu. Asapnya sampai ke mushola di waktu salat. Juga masuk ke dalam rumah sehingga di malam hari warga sulit beristirahat," tegas Charles.
Dia mendesak peternak menghentikan pembakaran. Sebab, polusi yang dihasilkan bisa membahayakan warga. "Asapnya bisa menyebabkan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Jadi saat ini seolah warga melawan dua ancaman penyakit, COVID dan ISPA," paparnya.
Permasalahan tersebut juga telah dilaporkan ke kanal pengaduan Wali Kota Semarang, Lapor Hendi.
Sementara, perwakilan kelompok peternak, Kasmiran mengaku sudah berupaya mengurangi intensitas pembakaran setelah mendapat imbauan dari pihak kelurahan. Pembakaran selama ini dilakukan untuk mengusir nyamuk.
Dia menuding, petani di sekitar peternakan juga kerap melakukan pembakaran sampah. Sehingga dia ingin supaya jangan hanya menyalahkan kalangan peternak. Dia menyebutkan ada 8 kandang di kawasan tersebut.
"Sebenarnya kami tidak sengaja kalau asapnya sampai ke perumahan. Itu petani juga sering, bahkan saya sendiri biasanya ikut mengingatkan mereka," ujarnya.
Lihat Juga :