Sambangi UIN Alauddin, Habib Ja'far Tanamkan Moderasi Beragama
Selasa, 16 Agustus 2022 - 17:13 WIB
loading...
Habib Husein Jafar Al Hadar hadir di UIN Alauddin Makassar dalam Workshop Moderasi Beragama yang digelar Kemenpora bekerja sama Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Selasa (16/8/2022). Foto: SINDOnews/Syamsi Nur Fadhila
A
A
A
MAKASSAR - Pendakwah Habib Husein Ja'far Al Hadar hadir di tengah-tengah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar . Kedatangannya untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada seluruh sivitas akademika UIN Alauddin.
Dalam workshop moderasi beragama yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu, Habib Jafar menekankan pentingnya memiliki sikap moderat. Sebab, Islam sendiri merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi moderasi beragama.
Baca juga: Santri Rumah Tahfidz Pemkab Gowa Bakal Kantongi Ijazah UIN Alauddin
Panduan dalam menyikapi perbedaan antar agama, kata dia, semua sudah diatur dalam Islam. Bahkan, perbedaan di internal Islam pun juga semua sudah ada aturannya.
"Dalam salat subuh misalnya, ada yang pake qunut, ada yang tidak, silakan. Tidak ada yang salah, semua punya pertanggungjawaban masing-masing. Yang salah itu adalah yang salat subuh pukul setengah 7," beber Habib Husein yang diiringi tawa peserta workshop, Selasa (16/8/2022).
Dia menjelaskan, moderasi dalam berislam adalah sikap menjadi seperti wasit. Melihat dari tengah dan tidak berpihak ke kanan dan kiri. Dengan begitu, segala sesuatu bisa dilihat secara utuh. Sementara dalam menghadapi orang yang bertikai, orang moderat akan bersikap adil dengan berpihak kepada yang benar.
"Orang moderat juga harus punya integritas secara moral. Kalau kamu tidak salat, kamu tidak pantas menyuruh orang untuk salat. Kalau kamu tidak damai, kamu tidak akan bisa menjadi juru damai," papar dia.
Dalam workshop moderasi beragama yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu, Habib Jafar menekankan pentingnya memiliki sikap moderat. Sebab, Islam sendiri merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi moderasi beragama.
Baca juga: Santri Rumah Tahfidz Pemkab Gowa Bakal Kantongi Ijazah UIN Alauddin
Panduan dalam menyikapi perbedaan antar agama, kata dia, semua sudah diatur dalam Islam. Bahkan, perbedaan di internal Islam pun juga semua sudah ada aturannya.
"Dalam salat subuh misalnya, ada yang pake qunut, ada yang tidak, silakan. Tidak ada yang salah, semua punya pertanggungjawaban masing-masing. Yang salah itu adalah yang salat subuh pukul setengah 7," beber Habib Husein yang diiringi tawa peserta workshop, Selasa (16/8/2022).
Dia menjelaskan, moderasi dalam berislam adalah sikap menjadi seperti wasit. Melihat dari tengah dan tidak berpihak ke kanan dan kiri. Dengan begitu, segala sesuatu bisa dilihat secara utuh. Sementara dalam menghadapi orang yang bertikai, orang moderat akan bersikap adil dengan berpihak kepada yang benar.
"Orang moderat juga harus punya integritas secara moral. Kalau kamu tidak salat, kamu tidak pantas menyuruh orang untuk salat. Kalau kamu tidak damai, kamu tidak akan bisa menjadi juru damai," papar dia.
Lihat Juga :