Gempa Tektonik Magnitudo 5,8 Guncang Maluku Utara, Terasa hingga Sulut
Minggu, 14 Agustus 2022 - 15:51 WIB
loading...
Gempa bumi tektonik Magnitudo 5,8 yang mengguncang Maluku Utara terasa di beberapa wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), di antaranya Manado, Bitung, Minahasa Tenggara, Tomohon dan Minahasa. (Ist)
A
A
A
MANADO - Gempa bumi tektonik Magnitudo 5,8 yang mengguncang Maluku Utara terasa di beberapa wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), di antaranya Manado , Bitung, Minahasa Tenggara, Tomohon dan Minahasa
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulut, Edward H Mengko mengatakan bahwa dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang sebelumnya berkekuatan Magnitudo (M) 5,9 ini memiliki parameter update dengan M5,8
"Gempa terjadi pada Minggu (14/8/2022) pukul 09.47.47 WIB di wilayah Laut Maluku. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,86° LU ; 126,44° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 63 Km arah Utara Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara pada kedalaman 40 km," tutur Mengko, Minggu (14/8/2022).
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi/patahan dalam Lempeng Laut Maluku.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujarnya.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulut, Edward H Mengko mengatakan bahwa dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang sebelumnya berkekuatan Magnitudo (M) 5,9 ini memiliki parameter update dengan M5,8
"Gempa terjadi pada Minggu (14/8/2022) pukul 09.47.47 WIB di wilayah Laut Maluku. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,86° LU ; 126,44° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 63 Km arah Utara Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara pada kedalaman 40 km," tutur Mengko, Minggu (14/8/2022).
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi/patahan dalam Lempeng Laut Maluku.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujarnya.
Lihat Juga :