Kantor Pos Dibantu Pemkot Depok Salurkan 43.000 Sembako
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:53 WIB
loading...
Kepala Kantor Pos Depok, Diki Hendrawansyah. Foto/R Ratna Purnama/SINDOnews
A
A
A
DEPOK - Kantor Pos Depok mengaku telah dibantu oleh Pemerintah Kota Depok dalam pendistribusian paket sembako dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk warga terdampak Covid-19. Kantor Pos Depok telah melakukan distribusi paket sebanyak 43.000 kepada warga Depok.
"Alhamdulillah kami dibantu Pemkot Depok yang sangat support, baik Dinas Sosial atau Dinas Perdagangan maupun camat lurah dan RT RW membantu kami sehingga berhasil kami menghantarkan 43.000 paket," kata Kepala Kantor Pos Depok, Diki Hendrawansyah, Selasa (30/6/2020).
Dikatakan dia, bantuan dari Pemprov Jabar untuk Kota Depok sekitar 47.000 RTS penerima bantuan. Dan yang sudah disalurkan sebanyak 43.000 sehingga ada sekitar 4.000 paket yang belum disalurkan dan akan diretur.
"Adapun barang yang retur, ada sekitar 4.000-an dalam kondisi layak dan aman dan bagus. Itu barang retur bukan terbengkalai, ada masa distribusi, dan ada akhir masa dan inilah barang yang kami simpan di salah satu gudang untuk menunggu lebih lanjut satgas dari provinsi jabar apa barang ini kami distribusikan lagi atau kami serahkan ke pemda," ungkapnya.
Mengenai ratusan kilogram telur yang dimusnahkan pada Sabtu 27 Juni 2020, kata Diki, adalah telur yang tersisa. Sedangkan yang masih layak konsumsi telah disalurkan ke yayasan dan panti atas petunjuk Pemprov Jabar. (Baca juga: Dua Wajah Anies di Pusaran Reklamasi )
"Alhamdulillah kami dibantu Pemkot Depok yang sangat support, baik Dinas Sosial atau Dinas Perdagangan maupun camat lurah dan RT RW membantu kami sehingga berhasil kami menghantarkan 43.000 paket," kata Kepala Kantor Pos Depok, Diki Hendrawansyah, Selasa (30/6/2020).
Dikatakan dia, bantuan dari Pemprov Jabar untuk Kota Depok sekitar 47.000 RTS penerima bantuan. Dan yang sudah disalurkan sebanyak 43.000 sehingga ada sekitar 4.000 paket yang belum disalurkan dan akan diretur.
"Adapun barang yang retur, ada sekitar 4.000-an dalam kondisi layak dan aman dan bagus. Itu barang retur bukan terbengkalai, ada masa distribusi, dan ada akhir masa dan inilah barang yang kami simpan di salah satu gudang untuk menunggu lebih lanjut satgas dari provinsi jabar apa barang ini kami distribusikan lagi atau kami serahkan ke pemda," ungkapnya.
Mengenai ratusan kilogram telur yang dimusnahkan pada Sabtu 27 Juni 2020, kata Diki, adalah telur yang tersisa. Sedangkan yang masih layak konsumsi telah disalurkan ke yayasan dan panti atas petunjuk Pemprov Jabar. (Baca juga: Dua Wajah Anies di Pusaran Reklamasi )
Lihat Juga :