Terimbas Jalan Lingkar Padalarang, Warga Berharap Ada Kompensasi Pohon yang Ditebang
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Terkait rencana pembangunan jalan lingkar, mayoritas warga mendukung dan menyambut gembira. Namun mereka menolak jika harus digusur atau direlokasi ke tempat lain. Mengingat mereka rata-rata telah tinggal di tempat itu sudah lebih dari 50 tahun. Baca juga: Rumuskan Kebijakan Meringankan Beban Petani di Tengah Kenaikan Harga Pupuk
Berdasarkan data Kantor Desa Citatah, tercatat ada 40 bangunan rumah dengan jumlah sekitar 109 kepala keluarga (KK) di kampung Bojong Honje. Selain meminta agar rumah tetap dipertahankan, warga juga ingin ada uang pengganti bagi penggarap lahan, apabila tanah itu akan dipakai jalan lingkar.
"Kita mendukung pembangunan jalan lingkar, tapi minta rumah dan permukiman tidak dipindahkan. Terus ada penggantian terhadap tanaman dan biaya pupuk yang sudah dikeluarkan," kata dia.
Lebih lanjut dikatakannya, warga menyadari jika lahan pertanian yang dipakai merupakan tanah negara. Mereka siap memberikan tanah tersebut apabila diminta. Namun selama ini mereka sudah mengeluarkan tenaga dan uang untuk menanam tanaman hingga saat ini. Sehingga wajar jika meminta kompensasi atas jerih payah yang telah mereka kerjakan.
"Jumlah penggarap di sini ada 109 orang, mereka siap mengembalikan tanah yang dipakai kepada negara, asalkan perhatikan juga hak-hak warga," pungkasnya.
Berdasarkan data Kantor Desa Citatah, tercatat ada 40 bangunan rumah dengan jumlah sekitar 109 kepala keluarga (KK) di kampung Bojong Honje. Selain meminta agar rumah tetap dipertahankan, warga juga ingin ada uang pengganti bagi penggarap lahan, apabila tanah itu akan dipakai jalan lingkar.
"Kita mendukung pembangunan jalan lingkar, tapi minta rumah dan permukiman tidak dipindahkan. Terus ada penggantian terhadap tanaman dan biaya pupuk yang sudah dikeluarkan," kata dia.
Lebih lanjut dikatakannya, warga menyadari jika lahan pertanian yang dipakai merupakan tanah negara. Mereka siap memberikan tanah tersebut apabila diminta. Namun selama ini mereka sudah mengeluarkan tenaga dan uang untuk menanam tanaman hingga saat ini. Sehingga wajar jika meminta kompensasi atas jerih payah yang telah mereka kerjakan.
"Jumlah penggarap di sini ada 109 orang, mereka siap mengembalikan tanah yang dipakai kepada negara, asalkan perhatikan juga hak-hak warga," pungkasnya.
(don)
Lihat Juga :