KNPI Minta Pemerintah Naikkan Alokasi Belanja di Bidang Pertanian
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 15:55 WIB
loading...
KNPI meminta pemerintah agar menaikkan alokasi belanja di bidang pertanian. Hal ini penting mengingat sektor pertanian menjadi salah satu fondasi kuat bagi perekonomian bangsa saat ini. Foto dok/SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) meminta pemerintah agar menaikkan alokasi belanja di bidang pertanian . Hal ini penting mengingat sektor pertanian menjadi salah satu fondasi kuat bagi perekonomian bangsa saat ini.
Ketua DPP KNPI bidang Pertanian Yeremias Ndoen mengatakan, ketangguhan bidang pertanian sudah terbukti. Di tengah kondisi pasca pandemi sektor pertanian pada kuartal II tahun 2022 mampu tumbuh sebesar 1,37 persen dan menyumbang 12,98 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Baca juga: Tudingan Haris Pertama ke Airlangga sebagai Pemecah Belah KNPI Dinilai Tak Berdasar
Namun, menurut Yeremias, pemerintah belum cukup jeli memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pertanian menjadi lebih kuat, lebih berdaya dan mensejahterakan petani. "Momentum ini mesti dimaksimalkan untuk meningkatkan kembali kekuatan ekonomi rakyat Indonesia yang sejatinya masih tetap di sektor pertanian," kata Yeremias dalam pernyataan tertulis, Jumat (12/8/2022).
Yeremias mengatakan, dengan pagu anggaran tahun 2022 sebesar Rp14,51 triliun, sektor pertanian mampu menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 12,98 persen pada triwulan ke II tahun 2022.
Untuk menguatkan sektor pertanian di tengah gempuran krisis pangan, pemerintah harusnya meningkatkan pagu anggaran Kementan menjadi tiga kali dari sebelumnya. "Bukan malah menurunkan Rp13,72 triliun pada tahun 2023," ujarnya.
Dukungan anggaran itu, menurutnya, dapat menjawab ancaman krisis pangan dalam negeri terutama bahan pangan penting seperti jagung, kedelai, daging dan kebutuhan pokok lainnya. "Ini juga langkah nyata dalam mengatasi ancaman krisis pangan dunia," imbuhnya.
Ketua DPP KNPI bidang Pertanian Yeremias Ndoen mengatakan, ketangguhan bidang pertanian sudah terbukti. Di tengah kondisi pasca pandemi sektor pertanian pada kuartal II tahun 2022 mampu tumbuh sebesar 1,37 persen dan menyumbang 12,98 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Baca juga: Tudingan Haris Pertama ke Airlangga sebagai Pemecah Belah KNPI Dinilai Tak Berdasar
Namun, menurut Yeremias, pemerintah belum cukup jeli memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pertanian menjadi lebih kuat, lebih berdaya dan mensejahterakan petani. "Momentum ini mesti dimaksimalkan untuk meningkatkan kembali kekuatan ekonomi rakyat Indonesia yang sejatinya masih tetap di sektor pertanian," kata Yeremias dalam pernyataan tertulis, Jumat (12/8/2022).
Yeremias mengatakan, dengan pagu anggaran tahun 2022 sebesar Rp14,51 triliun, sektor pertanian mampu menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 12,98 persen pada triwulan ke II tahun 2022.
Untuk menguatkan sektor pertanian di tengah gempuran krisis pangan, pemerintah harusnya meningkatkan pagu anggaran Kementan menjadi tiga kali dari sebelumnya. "Bukan malah menurunkan Rp13,72 triliun pada tahun 2023," ujarnya.
Dukungan anggaran itu, menurutnya, dapat menjawab ancaman krisis pangan dalam negeri terutama bahan pangan penting seperti jagung, kedelai, daging dan kebutuhan pokok lainnya. "Ini juga langkah nyata dalam mengatasi ancaman krisis pangan dunia," imbuhnya.
Lihat Juga :