Kesmas Sinjai Monitoring Cakupan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Kamis, 11 Agustus 2022 - 17:24 WIB
loading...
Mencuci tangan dengan sabun masuk dalam salah satu dari lima pilar STBM. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
SINJAI - Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menggelar pertemuan serta monitoring dan evaluasi percepatan Open Defecation Free (ODF) dan Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Selasa (11/8/2022).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Pertemuan IFK Dinkes Sinjai. Diikuti masing-masing penanggung jawab sanitarian seperti Kesehatan Kerja, Lingkungan dan Olahraga masing-masing Puskesmas se-Kabupaten Sinjai.
Baca juga: Madrasah Terpencil di Sinjai Jadi Prioritas Pembangunan
Kepala Bidang Kesmas dr Aliawati Albek menerangkan, pertemuan ini dilakukan untuk memperkuat upaya perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat.
Sebab, dalam pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Sehingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
"Jadi hari ini kami melaksanakan pertemuan serta monitoring dan evaluasi. Kita mau melihat secara jelas bagaimana cakupan semester I untuk kesehatan lingkungan, kerja dan olahraga yang teman-teman sanitarian sudah lakukan," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, juga dilakukan sinkronisasi data untuk kesehatan lingkungan tahun 2022, kemudian data indikator yang masuk dalam tatanan dan penilaian verifikasi Kabupaten/Kota Sehat.
Baca juga: Wabup Sinjai Ajak Orang Tua Lindungi Anak dari Perundungan
"Kami berharap para petugas sanitarian agar lebih bekerja keras lagi, terutama untuk persiapan verifikasi Kabupaten/Kota Sehat, karena hampir sebagian besar atau 80 persen data-data yang diminta dan menjadi indikator di tatanan Kabupaten/Kota Sehat itu ada di kesehatan lingkungan," jelasnya.
Mantan Kepala Puskesmas Balangnipa ini juga menjabarkan, STBM diselenggarakan dengan berpedoman pada lima pilar, yaitu stop buang air besar sembarangan (Stop BABS) atau open defecation free (ODF), cuci tangan pakai sabun (CTPS), mengelola air minum dan makanan yang aman.
Kemudian, mengelola sampah dengan benar, dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Pertemuan IFK Dinkes Sinjai. Diikuti masing-masing penanggung jawab sanitarian seperti Kesehatan Kerja, Lingkungan dan Olahraga masing-masing Puskesmas se-Kabupaten Sinjai.
Baca juga: Madrasah Terpencil di Sinjai Jadi Prioritas Pembangunan
Kepala Bidang Kesmas dr Aliawati Albek menerangkan, pertemuan ini dilakukan untuk memperkuat upaya perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat.
Sebab, dalam pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Sehingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
"Jadi hari ini kami melaksanakan pertemuan serta monitoring dan evaluasi. Kita mau melihat secara jelas bagaimana cakupan semester I untuk kesehatan lingkungan, kerja dan olahraga yang teman-teman sanitarian sudah lakukan," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, juga dilakukan sinkronisasi data untuk kesehatan lingkungan tahun 2022, kemudian data indikator yang masuk dalam tatanan dan penilaian verifikasi Kabupaten/Kota Sehat.
Baca juga: Wabup Sinjai Ajak Orang Tua Lindungi Anak dari Perundungan
"Kami berharap para petugas sanitarian agar lebih bekerja keras lagi, terutama untuk persiapan verifikasi Kabupaten/Kota Sehat, karena hampir sebagian besar atau 80 persen data-data yang diminta dan menjadi indikator di tatanan Kabupaten/Kota Sehat itu ada di kesehatan lingkungan," jelasnya.
Mantan Kepala Puskesmas Balangnipa ini juga menjabarkan, STBM diselenggarakan dengan berpedoman pada lima pilar, yaitu stop buang air besar sembarangan (Stop BABS) atau open defecation free (ODF), cuci tangan pakai sabun (CTPS), mengelola air minum dan makanan yang aman.
Kemudian, mengelola sampah dengan benar, dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.
(luq)
Lihat Juga :