alexametrics

Dikelilingi 127 gunung api, tanah Indonesia subur

loading...
Dikelilingi 127 gunung api, tanah Indonesia subur
Ilustrasi (dok:Sindonews)
A+ A-
Sindonews.com - Indonesia merupakan negara dengan jumlah gunung api terbanyak di dunia. Tidak kurang dari 127 gunung api tersebar di berbagai daerah di tanah air, yang masih berpotensi untuk meletus.

Banyaknya gunung api itu, dianggap sebagian kalangan sebagai ancaman. Namun demikian, di balik ancaman tersebut, terdapat keindahan dan berkah yang begitu melimpah.

Dengan banyak gunung api, lahan perkebunan di Indonesia menjadi subur. Fakta di lapangan, lahan di sejumlah daerah yang terletak di sekitar gunung api, memiliki tanah yang lebih subur dibanding lahan yang berada jauh dari gunung api.

“Untuk Jawa Barat, bicara kesuburan, pasti daerah Lembang. Begitu juga dengan daerah di sekitar Sinabung. Gunung api itu berkah,” kata Kepala Pusat Badan Geologi di Kementrian ESDM Surono, dalam diskusi publik ‘Toba Mengubah Dunia’ di Museum Geologi, Bandung, Jumat (11/4/2014).

Dijelaskan dia, berkah gunung api tidak akan hilang dengan terjadinya bencana alam yang ditimbulkannya. Ditegaskan dia, ketika gunung api meletus, maka akan memberikan kesuburan dari material yang dimuntahkannya.

“Di manapun berada, pasti akan ada kesuburan. Di manapun gunung api meletus, maka akan ada indahnya,” jelas Mbah Rono, panggilan akrab Surono.

Terkait kecintaannya kepada gunung api, Mbah Rono dengan bercanda mengatakan, bahwa dirinya mencintai gunung api, seperti halnya mencintai seorang perempuan.

“Gunung api itu seperti seorang wanita. Ketika diam (tidak meletus), maka akan indah. Kalau (gunung api) tidak sebanyak itu (127 gunung api), mungkin kita hidup di karang-karang,” jelas dia.

Lebih jauh, dijelaskan dia, dalam penanganan gunung api yang menunjukkan geliat-geliat, dirinya tidak akan pernah mengintervensi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM. Hal tersebut sama dengan saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala PVMBG yang tidak mau diintervensi oleh siapapun.

“Saya lebih baik mengintervensi Presiden, Gubernur, dari pada Pak Toto (Kepala PVMBG). Dulu, waktu saya kepala (PVMBG), saya pun tidak mau diintervensi,” jelas dia.
(san)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak