Teladani Gus Dur dan Gus Im, PWNU Jawa Timur Bakal Gelar Seminar Anti Korupsi
Rabu, 10 Agustus 2022 - 12:41 WIB
loading...
A
A
A
“Kehidupan yang begitu sederhana itu tidak mencerminkan haus akan jabatan dan harta. Sehingga itu menjadi inspirasi bahwa gerakan NU ke depan sebagai gerakan sipil harus punya komitmen betul kepada anti korupsi,” tambahnya.
Menurutnya, hal ini menjadi gerakan awal PWNU Jatim bahwa NU sebagai gerakan sipil harus menjadi garda terdepan untuk membangun masyarakat anti korupsi.
“Kalau NU punya komitmen moral seperti itu sebagai organisasi massa berbasis agama, otomatis nu menjadi representasi bahwa moralitas keagamaan menjadi bagian penting dalam menyelenggarakan aktivitas organisasi yaitu harus menjauhi sesuatu yang haram dalam konteks ini korupsi,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib mengungkapkan, seminar anti korupsi ini juga sebagai bentuk pengawalan terhadap Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jatim yang berintegritas, bersih dan jujur. Serta bantuan pengawasan KPK pada bantuan/hibah negara terhadap NU.
“Ini outputnya pada Konferwil. Sehingga Konferwil NU ke depan harus transparan, akuntabel, dan bebas dari politik uang. Termasuk jika NU mendapatkan hibah ini nanti kita audit dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ungkap Gus Salam.
Menurutnya, hal ini menjadi gerakan awal PWNU Jatim bahwa NU sebagai gerakan sipil harus menjadi garda terdepan untuk membangun masyarakat anti korupsi.
“Kalau NU punya komitmen moral seperti itu sebagai organisasi massa berbasis agama, otomatis nu menjadi representasi bahwa moralitas keagamaan menjadi bagian penting dalam menyelenggarakan aktivitas organisasi yaitu harus menjauhi sesuatu yang haram dalam konteks ini korupsi,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib mengungkapkan, seminar anti korupsi ini juga sebagai bentuk pengawalan terhadap Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jatim yang berintegritas, bersih dan jujur. Serta bantuan pengawasan KPK pada bantuan/hibah negara terhadap NU.
“Ini outputnya pada Konferwil. Sehingga Konferwil NU ke depan harus transparan, akuntabel, dan bebas dari politik uang. Termasuk jika NU mendapatkan hibah ini nanti kita audit dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ungkap Gus Salam.
(msd)
Lihat Juga :