alexametrics

Pelajar Buat Drone Daur Ulang Limbah Elektronik dan Plastik

loading...
Pelajar Buat Drone Daur Ulang Limbah Elektronik dan Plastik
Pelajar Muhamad Azhar Syahrudin, berhasil membuat drone dari bahan daur ulang plastik. Foto/iNewsTV/Afnan Subagio
A+ A-
KEDIRI - Seorang pelajar asal Desa Bogo Kidul, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Muhamad Azhar Syahrudin, berhasil membuat drone dari bahan daur ulang plastik.

Drone itu memiliki keunggulan dapat digunakan sebagai server untuk alat komunikasi. Bahkan, lebih menariknya lagi, dalam pengoperasiannya drone buatannya, tersebut menggunakan baterai yang diisi ulang dengan menggunakan pohon pepaya atau kentang.

Muhamad Azhar Syahrudin menjelaskan, drone yang biasanya dibuat untuk pengambilan gambar dan video dari ketinggian, namun drone ciptaannya ini mempunyai kelebihan bisa digunakan sebagai server untuk komunikasi, apabila tidak terdapat jaringan sinyal di telepon seluler (ponsel).

Dengan menggunakan aplikasi buatannya, telepon genggam satu dengan lainnya bisa terhubung melalui Bluetooth. Namun dengan jarak yang cukup jauh, saat ini hanya bisa digunakan komunikasi untuk dua ponsel saja.

“Ide membuat drone dari bahan bekas daur ulang, setelah jenuh selama diliburkan sekolah di kondisi pandemi COVID-19, saya meluangkan waktu untuk belajar di rumah, dengan melanjutkan kegiatan membuat drone,” kata Azhar.

Menurut dia, bahan yang dipakai sebagai piranti drone, berasal dari remote bekas TV sebagai chipnya dan juga bahan plastik yang sudah tidak terpakai digunakan sebagai frame atau bodynya. (Baca juga: Terjaring Razia Satpol PP, Sepasang Pelajar Kediri Simpan Video Mesum Pribadi)

Pemuda yang masih duduk di bangku kelas XI ini, mulai mengembangkan drone setahun terakhir. Selain itu, dia juga mengembangkan pengisian daya baterai yang ditancapkan ke pohon papaya.

Menurut Azhar, drone buatannya ini digunakan sebagai server alat komunikasi di ponsel yang dikhususkan di daerah yang terjadi bencana alam atau di daerah tanpa sinyal.

Hingga saat ini Azhar masih terus menyempurnakan drone buatannya. Ke depan tidak hanya voice, namun juga akan dikembangkan bisa mengirim pesan teks dan video.

Azhar telah mendapatkan empat pesanan yang mayoritas dari kontraktor. Selain itu juga karyawan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan penanggulangan bencana. Untuk harga sendiri, Azhar mematok harga Rp1 juta hingga Rp1,5 juta untuk drone ukuran besar dengan radius jangkauan 1 kilometer (KM) dan Rp500.000 untuk drone ukuran kecil dengan radius jangkauan 20 meter.
(nth)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak