Gara-gara Pidato Peristiwa Surabaya 1945, Soekarno Nyaris Digantikan Tan Malaka

Minggu, 07 Agustus 2022 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Dalam artikel Sekitar Testamen untuk Tan Malaka, Sayuti Melik mengatakan, Bung Karno yang menginginkan pertemuan itu. Sayuti Melik yang di awal masa revolusi 1945 menjadi pembantu dekat Bung Karno juga mengatakan, dalam pertemuan itu muncul inisiatif Testamen Politik yang datangnya juga dari Bung Karno.

Tan Malaka merupakan tokoh pergerakan yang dikagumi. Termasuk Bung Karno juga takjub dengan pandangan-pandangan politik Tan Malaka. Pikiran Tan Malaka sangat mempengaruhi tokoh-tokoh pemuda di Jakarta, terutama Sukarni, Chairul Saleh, dan Adam Malik.

Pembicaraan dalam pertemuan antara Bung Karno dan Tan Malaka itu sampai pada kesimpulan, perlu dibuat surat yang menyatakan Tan Malaka sebagai pelanjut kepemimpinan perjuangan nasional.

Surat wasiat itu bertujuan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, ketika pemimpin nasional yang ada terbunuh atau dibunuh. Sebab saat itu santer beredar kabar, Belanda yang membonceng Sekutu akan menangkap Soekarno dan Mohammad Hatta.

Baca juga: Kisah Siu Ban Ci, Cinta Pandangan Pertama Brawijaya V yang Anaknya Menghancurkan Majapahit

"Roda revolusi yang sudah mulai berputar hendaknya tetap diputar. Perlu pimpinan berlanjut," tulis Deliar Noer dalam Mohammad Hatta Biografi Politik.

Pertemuan berikutnya dengan Tan Malaka melibatkan Bung Hatta. Bung Hatta lebih memperlihatkan sikap diam, sedangkan Bung Karno seperti kebiasaanya yang terbuka dan penuh antusias.

Bung Hatta sempat menawari jabatan menteri penerangan kepada Tan Malaka, tapi langsung ditolak. Dalam pertemuan tersendiri dengan Bung Karno, Bung Hatta kaget dengan langkah Soekarno terkait Testamen Politik Tan Malaka.

Surat wasiat hanya memperlihatkan ciri kepemimpinan feodal. Ia mengemukakan bahwa Soekarno telah bertindak terlalu jauh. Lagi pula Tan Malaka juga masih diragukan mampu menjaga kekompakan persatuan. Bung Hatta tegas menyatakan menolak menandatangani surat wasiat politik itu, jika kepemimpinan nasional hanya diserahkan kepada satu orang, yakni Tan Malaka.

Untuk menyelamatkan muka Bung Karno yang telah berjanji membuat Testamen Politik, Bung Hatta menyarankan jumlah pewaris kepemimpinan nasional dalam surat wasiat diperbanyak sebagai satu tim, bukan satu orang.

Baca juga: Kisah Putri Gading Cempaka, Keturunan Majapahit yang Kecantikannya Memicu Tragedi Berdarah

Tim itu terdiri dari Tan Malaka yang mewakili golongan kiri. Kemudian Sutan Sjahrir mewakili golongan tengah kiri, Wongsonegoro wakil golongan kanan atau feodal dan Sukiman wakil golongan Islam. "Golongan-golongan penting dalam masyarakat diharapkan akan lebih mendukung kepemimpinan nasional bila pewaris itu diperlukan," kata Hatta.

Pertemuan lanjutan digelar. Testamen Politik dengan isi sesuai saran Bung Hatta disodorkan. Tan Malaka menyatakan setuju. Karena Sukiman tidak berada di Jakarta, posisinya diwakili Iwa Kusumasumantri yang juga mengklaim bisa mewakili golongan Islam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Bersama Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Kisah Pidato Menggelegar...
Kisah Pidato Menggelegar Bung Tomo Kobarkan Semangat Juang Arek-arek Surabaya Hadapi Tentara Sekutu
Kongres XXII GMNI di...
Kongres XXII GMNI di Bandung Ditutup, Sujahri Sampaikan Kata Puitis Bung Karno
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Rekomendasi
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Road To Kilau Raya MNCTV...
Road To Kilau Raya MNCTV Siap Ajak Warga Klaten Joget dan Nyanyi Lagu-Lagu Viral
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved