Pasca Diretas, Kejari Garut Didorong Tingkatkan Keamanan Data

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 11:30 WIB
loading...
A A A
Agus Sugandhi pun mengapresiasi respons pihak Kejaksaan yang langsung mengusut peretasan itu dengan berkoordinasi dengan tim siber aparat kepolisian. "Layanan informasi bagi masyarakat harus dilindungi. Saya kira adanya tindak lanjut atas kasus ini perlu diapresiasi positif," ungkapnya.

Pakar keamanan siber, Pratama Persadha, mengungkap banyak penyebab dari lemahnya sebuah sistem. Kelemahan ini dapat terlihat mulai dari teknologi, hardware dan firewall, hingga SDM, termasuk kebijakan yang mendukung keamanan siber. "Serangan (peretas) bisa terjadi dari unsur-unsur tersebut," ujar Pratama Prasadha.

Langkah pertama yang dilakukan peretas untuk membobol sebuah sistem adalah melakukan scanning. Ia menyebut bahwa banyak tools yang bisa digunakan dan diakses secara gratis untuk meretas.Setelah itu, lanjutnya, peretas bisa mengetahui celah mana yang terbuka dari sistem tersebut lalu mencoba untuk masuk.

Ada banyak metode yang digunakan untuk masuk ke dalam sistem."Misalnya yang paling umum adalah memasang malware ke sistem target, agar bisa membuat backdoor sehingga peretas bisa keluar masuk sistem tanpa ketahuan. Ketika masuk, biasanya yang dicari pertama itu user admin agar bisa mendapatkan akses ke manapun," jelas Pratama.

Menurut Pratama tujuan dari aktivitas peretasan bermacam-macam. Ada yang ingin mencuri data, mengubah, atau merusaknya.
"Motifnya pun juga ada karena uang hingga politik," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda Metro Belum Bisa...
Polda Metro Belum Bisa Memastikan Keaslian Bjorka: Masih Kita Lacak
Polda Metro Dalami Apakah...
Polda Metro Dalami Apakah WFT Identik dengan Bjorka yang Heboh Era Jokowi
Bjorka yang Klaim Retas...
Bjorka yang Klaim Retas 4,9 Juta Data Nasabah Bank Pengangguran Lulusan SMK
Pemilik Akun X Bjorka...
Pemilik Akun X Bjorka yang Klaim Retas 4,9 Juta Data Nasabah Bank Diringkus
Diteror sejak 2024,...
Diteror sejak 2024, WhatsApp Direktur Imparsial Diretas hingga Mobilnya Dirusak
Sukses Budidaya Sayuran,...
Sukses Budidaya Sayuran, Petani Milenial di Garut Edukasi Generasi Muda via Konten Digital
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Rekomendasi
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Infografis
4 Alasan AS Kecanduan...
4 Alasan AS Kecanduan Berperang yang Bahayakan Keamanan Global
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved