Nekat Wisata Saat Pandemi, Puluhan Wisatawan Diserang Ubur-ubur
Senin, 29 Juni 2020 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, anak-anak akan menyukai hewan bertentakel tersebut lantaran warnanya menarik. Mereka tidak sadar jika hewan berumbai tersebut bisa menyengat, dan menyebabkan panas atau sesak nafas.
Hewan yang masuk kelas Scyphozoa ini, memang sering kali muncul di sebagai besar pantai di Gunungkidul. Terutama saat musim kemarau, karena pada saat itu suhu air laut dingin.
(Baca juga: 7 RS Rujukan COVID-19 Sidoarjo Tak Mampu Tampung Pasien Lagi )
"Hewan disaat seperti ini muncul dan terseret air laut ke pasir pantai. Anak-anak akan sangat menyukainya, karena bentuknya menarik. Ada satu anak yang terpaksa kami bawa ke klinik karena sesak nafas. Lainnya bisa kita beri pertolongan dengan memberikan alkohol," beber dia.
Dari dua pantai yang dibuka untuk wisatawan, yakni Pantai Baron, dan Pantai Kukup, serangan ubur-ubur hanya ditemukan di Pantai Kukup, lantaran di Pantai Baron ada aliran sungai air tawar.
Hewan yang masuk kelas Scyphozoa ini, memang sering kali muncul di sebagai besar pantai di Gunungkidul. Terutama saat musim kemarau, karena pada saat itu suhu air laut dingin.
(Baca juga: 7 RS Rujukan COVID-19 Sidoarjo Tak Mampu Tampung Pasien Lagi )
"Hewan disaat seperti ini muncul dan terseret air laut ke pasir pantai. Anak-anak akan sangat menyukainya, karena bentuknya menarik. Ada satu anak yang terpaksa kami bawa ke klinik karena sesak nafas. Lainnya bisa kita beri pertolongan dengan memberikan alkohol," beber dia.
Dari dua pantai yang dibuka untuk wisatawan, yakni Pantai Baron, dan Pantai Kukup, serangan ubur-ubur hanya ditemukan di Pantai Kukup, lantaran di Pantai Baron ada aliran sungai air tawar.
(eyt)
Lihat Juga :