Penyelundupan Terumbu Karang Merah Berhasil Digagalkan

Senin, 01 Agustus 2022 - 19:22 WIB
loading...
Penyelundupan Terumbu...
Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Benny Sukandari bersama Anggota TNI AL lainnya memperlihatkan terumbu karang merah yang berhasil disita dari upaya penyelundupan, di Dermaga Layang Mako Lantamal VI Makassar, Senin (1/8/2022). Foto: Sindonews/Muc
A A A
MAKASSAR - Jajaran Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI, berhasil mengagalkan penyelundupan terumbu karang merah sebanyak 350 karung yang ditemukan di atas kapal nelayan berasal dari pulau Sapuka Kabupaten Pangkep.

Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Benny Sukandari mengatakan, penangkapan tersebut berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh intelijen dan diamankan pada 28 Juli 2022 lalu.

Baca Juga: Terumbu Karang Berbentuk Bunga Mawar Ditemukan Penyelam

"Maka saya selaku Komandan Lantamal VI memerintahkan satuan atau unsur patroli keamanan laut untuk menindaklanjuti info tersebut dengan hasil tertangkapnya penyelundupan barang dengan barang bukti 324 koli terumbu karang merah," katanya saat memberikan keterangan pada Senin, (1/8/2022).

Terumbu karang merah atau disebut dengan nama latinnya Tubipora Musica juga bisa dikenal dengan masyarakat dengan sebutan Marzan. Sebagian negara menggunakan terumbu karang merah sebagai perhiasan seperti cincin, lionting, anting-anting, tasbih, dan sebagainya.

"Ada yang menggunakan terumbu karang merah sebagai bahan obat-obatan serta kosmetik. Beberapa negara yang diketahui antara lain, India, China, Spanyol, Prancis, dan sebagainya. Dipasaran lokal, harga terumbu karang bisa mencapai ratusan ribu rupiah untuk ukuran sebesar batu cincin," ungkapnya.

Saat ini, pihak Lantamal VI masih mengejar pemilik kapal KM Sabuk Nusantara 66. Diketahui, pemilik kapal tersebut inisial M yang diduga sebagai pemilik kapal yang mengangkut terumbu karang merah.

"Mengenai kerugian negara bisa diperkirakan Rp2,5 miliar, tapi bukan masalah Rp2 miliarnya, namun untuk merawat terumbu karang ini, perlu waktu 10 sampai 20 tahun, karena terumbu karang yang merah seperti yang saya sampaikan itu kalau kita ambil, otomatis daerah tempat bersarangnya selain ikan, udang dan sebagainya, kita melihatnya dampak yang besar," ucapnya.

Untuk tahap pengiriman barang tersebut, diketahui bahwa terumbu karang diambil di dasar laut ini akan di ekspor keluar negeri.

Kini pihaknya juga masih pembelajaran perihal jalur pengiriman bongkar muat yang dilakukan oleh pelaku.

"Kami masih mempelajari pelabuhan muatnya dimana, bongkarannya dimana, dan pada tahap pembongkaran pasti ada pihak penerima," lanjutnya saat di temui di Mako Lantamal VI.

Baca Juga: PLN Serahkan Bantuan Transplantasi Terumbu Karang di Samalona

Dirinya juga bilang, jika terumbu karang tersebut di ekspor keluar negeri, harga terumbu karang bisa mencapai ratusan ribu rupiah setelah melalui proses ukuran tertentu untuk sebesar batu cincin, karena dihargai dengan ukuran karat dengan pemberlakuan sama seperti batu mutiara.

"Mengingat hal tersebut, maka keberadaan terumbu karang sangat terancam oleh kepunahan, sehingga perlu mendapat perlindungan," sambungnya.

Pada saat dilakukan penangkapan, kapal tersebut sudah kosong dan pada saat itu yang mempunyai kapal mengetahui akan adanya pemeriksaan dari kapal dan langsung meninggalkannya.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pentingnya Budi Daya...
Pentingnya Budi Daya Rumput Laut Berkelanjutan dan Pelestarian Terumbu Karang
Aksi Terang Lestarikan...
Aksi Terang Lestarikan Ekosistem Perairan Sulawesi Utara
Ulang Tahun ke-10, Perusahaan...
Ulang Tahun ke-10, Perusahaan Ini Bangun Taman Terumbu Karang di Karimunjawa
Oknum TNI AL Tembak...
Oknum TNI AL Tembak 2 Warga di Makassar, Lantamal VI Pastikan Koptu SB Diproses Hukum
Jaga Ekosistem Laut,...
Jaga Ekosistem Laut, Nelayan Ganjar Edukasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan
Relawan Ganjar Edukasi...
Relawan Ganjar Edukasi Pelestarian Terumbu Karang di Teluk Kiluan
MPMX Perkuat Strategi...
MPMX Perkuat Strategi ESG Lewat Transplantasi Terumbu Karang di Labuan Bajo
2026 Jadi Tahun Paling...
2026 Jadi Tahun Paling Kristis Terumbu Karang di Seluruh Dunia
ASABRI Tanam Terumbu...
ASABRI Tanam Terumbu Karang di Bali Dorong Pertumbuhan Ekonomi Biru
Rekomendasi
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Apa yang Terjadi Sehari...
Apa yang Terjadi Sehari Sebelum Kick-Off Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved