Keuskupan Agung Semarang Ijinkan Gereja Gelar Ibadah Mulai 18 Juli 2020
Minggu, 28 Juni 2020 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Kepala Paroki Santa Theresia Bongsari Rm Eduardus Didik Chahyono SJ,Pastor menyambut gembira pengumuman tersebut. Ia mengingatkan bahwa virus Corona masih ada di sekitar kita sehingga tidak boleh lengah dan sembrono.
“Kita semua harus disiplin mematuhi aturan protokol kesehatan yang ada.Umat harus mulai memperhatikan hidup keseharianya agar tetap menjaga kesehatan. Hindari kerumunan,jaga jarak,gunakan masker,cuci tangan,memlerhatikan asupan gizi,berolahraga dan istrahat yang cukup,” ujar Rm Didik.
Ia mengajak agar umat harus peduli pada kesehatan diri sendiri dan orang lain. Dengan disiplin memperhatikan kesehatan pribadi dan orang lain, harapannya umat dapat memutus penularan Covi-19. “Jangan sampai gereja menjadi klaster penularan COVID-19 karena keteledoran kita.Terkait dengan kesiapan Gereja,Paroki Santa Theresia sudah membentuk satuan tugas pencegahan penularan COVID-19.
Ia menjelaskan, beberapa pengurus satuan tugas tersebut mengurusi hal peribadatan, ketertiban, kesehatan, kegiatan pastoral dan kesejahteraan umat. Sedangkan khusus untuk peribadatan,pengurus sedang menyiapkan tenaga tata tertib yang bertugas mengarahkan umat agar mematuhi protokol kesehatan. Sejak dari parkir kendaraan,ukur suhu tubuh,cuci tangan,semprot handsanitizer dan mengarahkan ke tempat duduk.
“Umat diminta duduk di bangku gereja yang telah ditentukan. Umat yang hadir dan para petugas ibadat pun akan dibatasi jumlahnya. Umat dan petugas akan mengenakan alat pelindung diri seperti masker dan faceshield,” tegasnya.
“Kita semua harus disiplin mematuhi aturan protokol kesehatan yang ada.Umat harus mulai memperhatikan hidup keseharianya agar tetap menjaga kesehatan. Hindari kerumunan,jaga jarak,gunakan masker,cuci tangan,memlerhatikan asupan gizi,berolahraga dan istrahat yang cukup,” ujar Rm Didik.
Ia mengajak agar umat harus peduli pada kesehatan diri sendiri dan orang lain. Dengan disiplin memperhatikan kesehatan pribadi dan orang lain, harapannya umat dapat memutus penularan Covi-19. “Jangan sampai gereja menjadi klaster penularan COVID-19 karena keteledoran kita.Terkait dengan kesiapan Gereja,Paroki Santa Theresia sudah membentuk satuan tugas pencegahan penularan COVID-19.
Ia menjelaskan, beberapa pengurus satuan tugas tersebut mengurusi hal peribadatan, ketertiban, kesehatan, kegiatan pastoral dan kesejahteraan umat. Sedangkan khusus untuk peribadatan,pengurus sedang menyiapkan tenaga tata tertib yang bertugas mengarahkan umat agar mematuhi protokol kesehatan. Sejak dari parkir kendaraan,ukur suhu tubuh,cuci tangan,semprot handsanitizer dan mengarahkan ke tempat duduk.
“Umat diminta duduk di bangku gereja yang telah ditentukan. Umat yang hadir dan para petugas ibadat pun akan dibatasi jumlahnya. Umat dan petugas akan mengenakan alat pelindung diri seperti masker dan faceshield,” tegasnya.
Lihat Juga :