Pemkab Luwu Rancang MoU Tenaga Kerja Lokal dengan Masmindo dan BMS
Rabu, 27 Juli 2022 - 15:31 WIB
loading...
Bupati Luwu, H Basmin Mattayang, meresmikan penggunaan workshop Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Luwu di Kecamatan Bua, baru-baru ini. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu melalui Dinas Ketenagakerjaan tengah merancang draf Memorandum of Understanding (MoU) tenaga kerja lokal dengan perusahaan di Luwu.
MoU ini nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah dan masyarakat dalam mendorong perusahaan memberdayakan masyarakat Kabupaten Luwu.
Baca juga:Semua Fraksi DPRD Kompak Terima Ranperda LKPJ Bupati Luwu
Pemberdayaan masyarakat bisa sebagai tenaga kerja di perusahaan atau pun mitra bisnis lain, terkait kebutuhan perusahaan tersebut.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Syaiful Abdul Latief menyampaikan, draf MoU tersebut sudah jadi. "Drafnya sudah jadi, kita tunggu hasil koreksi tim yang dibentuk bersama dengan perusahaan-perusahaan yang kita libatkan dalam MoU tersebut," ujarnya.
Di antara perusahaan yang terlibat dalam MoU ini adalah perusahaan tambang emas di Latimojong PT Masmindo Dwi Area dan perusahaan Smalter di Kecamatan Bua PT Bumi Mineral Sulawesi atau PT BMS.
Setelah MoU ini selesai akan dilakukan penandatangan oleh pihak terkait untuk selanjutnya dibuatkan perjanjian kerja sama.
"Setelah MoU selesai kita buatkan PKS. Isinya tentu dalam rangka peningkatan kapasitas tenaga kerja di lingkup masing-masing perusahaan serta lowongan kerja bagi tenaga kerja lokal," ujarnya.
Baca juga:Basmin Mattayang Resmikan Gedung BLK Luwu
Disinggung persentase tenaga kerja lokal, Syaiful Abdul Latief menegaskan itu salah satu yang akan didorong dalam kesempatan. "Ada kepastian dari perusahaan persentase tenaga kerja lokal yang akan mereka pekerjakan," katanya.
Rencana Pemkab Luwu untuk membuat MoU tenaga kerja lokal dan PKS dengan sejumlah perusahaan besar dan menengah di Luwu mendapat respons positif dari Ketua Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Luwu Raya Indonesia, PP IPLR Indonesia, Nurhan Tabau.
Di lain sisi, putra Larompong ini juga berharap Pemkab Luwu tidak melupakan peningkatan kualitas tenaga kerja dan calon tenaga kerja di Luwu.
"Untuk tenaga kerja lokal ada beberapa pendekatan. Misalnya pemerintah daerah menggandeng lembaga resmi yang terdaftar sebagai penyedia tenaga kerja di Kemenaker, lalu lembaga ini melakukan pelatihan melalui program kemenaker dan kemendikbud untuk pelatihan tenaga kerja," ujarnya.
Baca juga:Dua Bupati Luwu Puji Kinerja Ansar Pandaka saat Jadi PNS
"Saat tenaga kerja lokal sudah terampil, baru pemerintah meminta ke pihak perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal yang sudah terlatih untuk posisi-posisi strategis bukan hanya sebagai buruh kasar di pabrik," lanjutnya.
Ketua PP IPLR Indonesia memberikan dukungan penuh kepada Pemkab Luwu menyiapkan lulusan yang punya kompetensi yang memiliki nilai tawar sebagai pemimpin di perusahaan yang berinvestasi di Luwu.
MoU ini nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah dan masyarakat dalam mendorong perusahaan memberdayakan masyarakat Kabupaten Luwu.
Baca juga:Semua Fraksi DPRD Kompak Terima Ranperda LKPJ Bupati Luwu
Pemberdayaan masyarakat bisa sebagai tenaga kerja di perusahaan atau pun mitra bisnis lain, terkait kebutuhan perusahaan tersebut.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Syaiful Abdul Latief menyampaikan, draf MoU tersebut sudah jadi. "Drafnya sudah jadi, kita tunggu hasil koreksi tim yang dibentuk bersama dengan perusahaan-perusahaan yang kita libatkan dalam MoU tersebut," ujarnya.
Di antara perusahaan yang terlibat dalam MoU ini adalah perusahaan tambang emas di Latimojong PT Masmindo Dwi Area dan perusahaan Smalter di Kecamatan Bua PT Bumi Mineral Sulawesi atau PT BMS.
Setelah MoU ini selesai akan dilakukan penandatangan oleh pihak terkait untuk selanjutnya dibuatkan perjanjian kerja sama.
"Setelah MoU selesai kita buatkan PKS. Isinya tentu dalam rangka peningkatan kapasitas tenaga kerja di lingkup masing-masing perusahaan serta lowongan kerja bagi tenaga kerja lokal," ujarnya.
Baca juga:Basmin Mattayang Resmikan Gedung BLK Luwu
Disinggung persentase tenaga kerja lokal, Syaiful Abdul Latief menegaskan itu salah satu yang akan didorong dalam kesempatan. "Ada kepastian dari perusahaan persentase tenaga kerja lokal yang akan mereka pekerjakan," katanya.
Rencana Pemkab Luwu untuk membuat MoU tenaga kerja lokal dan PKS dengan sejumlah perusahaan besar dan menengah di Luwu mendapat respons positif dari Ketua Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Luwu Raya Indonesia, PP IPLR Indonesia, Nurhan Tabau.
Di lain sisi, putra Larompong ini juga berharap Pemkab Luwu tidak melupakan peningkatan kualitas tenaga kerja dan calon tenaga kerja di Luwu.
"Untuk tenaga kerja lokal ada beberapa pendekatan. Misalnya pemerintah daerah menggandeng lembaga resmi yang terdaftar sebagai penyedia tenaga kerja di Kemenaker, lalu lembaga ini melakukan pelatihan melalui program kemenaker dan kemendikbud untuk pelatihan tenaga kerja," ujarnya.
Baca juga:Dua Bupati Luwu Puji Kinerja Ansar Pandaka saat Jadi PNS
"Saat tenaga kerja lokal sudah terampil, baru pemerintah meminta ke pihak perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal yang sudah terlatih untuk posisi-posisi strategis bukan hanya sebagai buruh kasar di pabrik," lanjutnya.
Ketua PP IPLR Indonesia memberikan dukungan penuh kepada Pemkab Luwu menyiapkan lulusan yang punya kompetensi yang memiliki nilai tawar sebagai pemimpin di perusahaan yang berinvestasi di Luwu.
(luq)
Lihat Juga :