Kenang Tragedi Kudatuli Penyerangan Kantor DPP PDI, DPD Sulsel Gelar Tahlilan
Selasa, 26 Juli 2022 - 22:49 WIB
loading...
Suasana tahlilan dan doa bersama yang digelar DPD PDIP Sulsel, di kantornya Jalan Bawakaraeng, Selasa malam (26/7/2022). Kegiatan itu untuk mengenan tragedu Kudatuli. Foto: SINDOnews/Anicolha
A
A
A
MAKASSAR - Tragedi27 Juli 1996yang dikenal dengan nama ‘Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli ( Kudatuli ), yakni penyerangan ke kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia ( PDI ), Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat yang menewaskan 5 orang dan puluhan luka masih terbayang jelas di ingatan kader-kader PDIP.
Untuk mengenang peristiwa mengerikan itu, kader PDI Perjuangan secara serentak di seluruh Indonesia menggelar tahlilan.
Baca juga: Sekjen PDIP Minta Aktor Intelektual Peristiwa Kudatuli 1996 Diusut
Di Sulawesi Selatan, peristiwa Kudatuli di gelar di Sekretariat DPD PDI Perjuangan, Jalan Gunung Bawakaraeng, Selasa malam, (26/7/2022).
Kegiatan ini di pimpin langsung Ketua Baitul Muslimin DPD PDI Perjungan Sulawesi Selatan, Samsu Niang. Dalam sambutannya, ia mengatakan, peristiwa Kudatuli setiap tahun diperingati oleh partai bentuknya berupa tahlilan. “Kami peringati peristiwa itu untuk mengambil nilai-nilai juang kader pada saat itu. Yang mau mengambil alih kursi pimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri,” katanya.
Selain itu juga mengenang kader-kader pendiri partai yang telah membesarkan partai dan bisa dinikmati saat ini. "Kami juga mendoakan arwah para kader yang menjadi korban dalam peristiwa itu,” ujar anggota DPR RI ini.
Untuk mengenang peristiwa mengerikan itu, kader PDI Perjuangan secara serentak di seluruh Indonesia menggelar tahlilan.
Baca juga: Sekjen PDIP Minta Aktor Intelektual Peristiwa Kudatuli 1996 Diusut
Di Sulawesi Selatan, peristiwa Kudatuli di gelar di Sekretariat DPD PDI Perjuangan, Jalan Gunung Bawakaraeng, Selasa malam, (26/7/2022).
Kegiatan ini di pimpin langsung Ketua Baitul Muslimin DPD PDI Perjungan Sulawesi Selatan, Samsu Niang. Dalam sambutannya, ia mengatakan, peristiwa Kudatuli setiap tahun diperingati oleh partai bentuknya berupa tahlilan. “Kami peringati peristiwa itu untuk mengambil nilai-nilai juang kader pada saat itu. Yang mau mengambil alih kursi pimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri,” katanya.
Selain itu juga mengenang kader-kader pendiri partai yang telah membesarkan partai dan bisa dinikmati saat ini. "Kami juga mendoakan arwah para kader yang menjadi korban dalam peristiwa itu,” ujar anggota DPR RI ini.
Lihat Juga :