7.500 Balita di Bandung Masuk Kategori Stunting, Warga Diminta Perkuat Hidup Sehat
Senin, 25 Juli 2022 - 14:22 WIB
loading...
Sebanyak 7.500 balita di Bandung masuk kategori stunting.Foto/ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Masyarakat diminta memperkuat pola hidup sehat bagi seluruh anggota keluarganya, sebagai langkah antisipasi meningkatnya kasus stunting di Kota Bandung. Saat ini, kasus stunting mencapai 7.500 balita.
"Misalnya anggota keluarga sibuk dengan gawainya dan sebagian lainnya dengan pekerjaan atau aktivitas lain yang kurang produktif sehingga lupa dengan kewajiban keluarga," kata Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna.
Baca juga: Kasus Perundungan Masih Terjadi, KMPPA Nilai Perlindungan Anak Belum Maksimal
Menurutnya, kondisi ini memungkinkan anggota keluarga yang kehilangan arah menjadikan terlantar hingga mengakibatkan kekurangan gizi bahkan stunting. "Stunting disebabkan karena kekurangan gizi yang menjadi penyebab kondisi gagal tumbuh pada balita," katanya.
Meski angka stunting di Kota Bandung mengalami penurunan pada tahun 2021 yaitu 1,34 persen dibanding tahun 2020 atau berkurang 9.567 menjadi 7.568 balita. Persoalan ini harus menjadi perhatian serius pada keluarga karena menyangkut masa depan.
Oleh karena itu, menurutnya, peringatan Harganas menjadi penguatan komitemen membangun keluarga sehat dan berkualitas sesuai tema "Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting".
Ema mengatakan, Pemerintah Kota Bandung terus mendorong peran keluarga melalui intervensi sesuai kewenangannya. Termasuk memfasilitasi 10 program pokok PKK terutama terkait dengan pangan kesehatan.
"Misalnya anggota keluarga sibuk dengan gawainya dan sebagian lainnya dengan pekerjaan atau aktivitas lain yang kurang produktif sehingga lupa dengan kewajiban keluarga," kata Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna.
Baca juga: Kasus Perundungan Masih Terjadi, KMPPA Nilai Perlindungan Anak Belum Maksimal
Menurutnya, kondisi ini memungkinkan anggota keluarga yang kehilangan arah menjadikan terlantar hingga mengakibatkan kekurangan gizi bahkan stunting. "Stunting disebabkan karena kekurangan gizi yang menjadi penyebab kondisi gagal tumbuh pada balita," katanya.
Meski angka stunting di Kota Bandung mengalami penurunan pada tahun 2021 yaitu 1,34 persen dibanding tahun 2020 atau berkurang 9.567 menjadi 7.568 balita. Persoalan ini harus menjadi perhatian serius pada keluarga karena menyangkut masa depan.
Oleh karena itu, menurutnya, peringatan Harganas menjadi penguatan komitemen membangun keluarga sehat dan berkualitas sesuai tema "Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting".
Ema mengatakan, Pemerintah Kota Bandung terus mendorong peran keluarga melalui intervensi sesuai kewenangannya. Termasuk memfasilitasi 10 program pokok PKK terutama terkait dengan pangan kesehatan.
Lihat Juga :