Kerap Ceramah Keras, Habib Bahar: NKRI dan UUD 1945 Harga Mati
Jum'at, 22 Juli 2022 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
Bahar juga menegaskan bahwa baginya, ada dua cara untuk melawan kezaliman pemerintah. Selain dengan berceramah, cara lainnya yakni melalui jalur konstitusi.
"Kita negara konstitusi, maka bisa melawan kezaliman dengan demo atau ada kebijakan kemudian mengadu ke DPR, bisa juga kita nasihati pemerintah. Tapi yang penting, ceramah saya itu sudah merupakan amar ma'ruf nahi munkar, melawan kezaliman," tegasnya lagi.
Lebih lanjut Bahar mengatakan, Indonesia merupakan negara konstitusi yang menjamin kebebasan masyarakatnya dalam menyampaikan aspirasi. Meski begitu, Bahar menyatakan bahwa dirinya tidak anti pemerintah. Artinya, kata Bahar , jika ada kebijakan pemerintah yang baik, maka jangan dilupakan.
"Dari situ mereka (jemaah) bisa paham, berarti kita melawan kedzaliman, tapi kalau tidak ada kedzaliman ya tidak perlu," katanya. Baca juga: Luruskan Berita Hoaks, Gus Miftah: Ganjar Itu Sahabat Saya
Oleh karenanya, Bahar menganggap bahwa ceramahnya di Kabupaten Bandung yang kini diperkarakan bukan untuk melawan pemerintah.
"Kita negara konstitusi, maka bisa melawan kezaliman dengan demo atau ada kebijakan kemudian mengadu ke DPR, bisa juga kita nasihati pemerintah. Tapi yang penting, ceramah saya itu sudah merupakan amar ma'ruf nahi munkar, melawan kezaliman," tegasnya lagi.
Lebih lanjut Bahar mengatakan, Indonesia merupakan negara konstitusi yang menjamin kebebasan masyarakatnya dalam menyampaikan aspirasi. Meski begitu, Bahar menyatakan bahwa dirinya tidak anti pemerintah. Artinya, kata Bahar , jika ada kebijakan pemerintah yang baik, maka jangan dilupakan.
"Dari situ mereka (jemaah) bisa paham, berarti kita melawan kedzaliman, tapi kalau tidak ada kedzaliman ya tidak perlu," katanya. Baca juga: Luruskan Berita Hoaks, Gus Miftah: Ganjar Itu Sahabat Saya
Oleh karenanya, Bahar menganggap bahwa ceramahnya di Kabupaten Bandung yang kini diperkarakan bukan untuk melawan pemerintah.
Lihat Juga :