Kemesraan Raden Wijaya dan Gayatri di Tepian Sungai Usai Rayakan Ulang Tahun
Selasa, 19 Juli 2022 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Raden Wijaya pun menyitir larik - larik sajak cinta tentang daya tarik bermacam-macam perempuan. Sajak bertuah Perkawinan Arjuna itu dikarang oleh pujangga istana kesayangan Raja Airlangga yang tak lain adalah leluhur Gayatri dan Raden Wijaya, 200 tahun silam sebelumnya.
Kepada kekasihnya, Raden Wijaya mengungkapkan ia menyayangi dan menghormati kakak sulung Gayatri sebagai seorang istri tua, yang sayangnya tak mampu menghasilkan keturunan. Padahal ini penting kedudukannya bagi kelanjutan dinasti yang akan didirikannya.
Baru saja ia mendapatkan seorang istri baru dari Raja Melayu bernama Dyah Petak, tetapi sejak awal ia sadar putri Melayu itu bukanlah pasangan sejati yang bisa diangkatnya sebagai ratu. Raden Wijaya lantas menimbang - nimbang rencana menikahi dua kakak Gayatri lainnya, tetapi ia pun menyadari bahwa keduanya mengalami trauma yang parah semenjak ditawan pasukan Kediri.
Tampaknya keduanya tak akan pernah sepenuhnya pulih. Ia akan melindungi dan menikahi mereka di atas kertas, tapi mereka takkan bisa menjadi istri yang sejati. Di Daha, Raden Wijaya menyaksikan ketegaran Gayatri beserta sikapnya yang mencerminkan seorang penerus sejati Kertanagara.
Di usianya yang dewasa kelak, ia akan menjelma sebagai seorang ratu yang hebat. Namun dalam benak Raden Wijaya proses tersebut akan berlangsung lama. Sejak itu Raden Wijaya sibuk menangani berbagai macam kemelut di negerinya sampai-sampai ia tak sempat memikirkan kebahagiaan dirinya. Bahkan untuk sekedar memperhatikan sang putri telah tumbuh dewasa dengan cepat.
Kepada kekasihnya, Raden Wijaya mengungkapkan ia menyayangi dan menghormati kakak sulung Gayatri sebagai seorang istri tua, yang sayangnya tak mampu menghasilkan keturunan. Padahal ini penting kedudukannya bagi kelanjutan dinasti yang akan didirikannya.
Baru saja ia mendapatkan seorang istri baru dari Raja Melayu bernama Dyah Petak, tetapi sejak awal ia sadar putri Melayu itu bukanlah pasangan sejati yang bisa diangkatnya sebagai ratu. Raden Wijaya lantas menimbang - nimbang rencana menikahi dua kakak Gayatri lainnya, tetapi ia pun menyadari bahwa keduanya mengalami trauma yang parah semenjak ditawan pasukan Kediri.
Tampaknya keduanya tak akan pernah sepenuhnya pulih. Ia akan melindungi dan menikahi mereka di atas kertas, tapi mereka takkan bisa menjadi istri yang sejati. Di Daha, Raden Wijaya menyaksikan ketegaran Gayatri beserta sikapnya yang mencerminkan seorang penerus sejati Kertanagara.
Di usianya yang dewasa kelak, ia akan menjelma sebagai seorang ratu yang hebat. Namun dalam benak Raden Wijaya proses tersebut akan berlangsung lama. Sejak itu Raden Wijaya sibuk menangani berbagai macam kemelut di negerinya sampai-sampai ia tak sempat memikirkan kebahagiaan dirinya. Bahkan untuk sekedar memperhatikan sang putri telah tumbuh dewasa dengan cepat.
(msd)
Lihat Juga :