Eksportir Muda Berhasil Kirim 1 Ton Jengkol ke Jepang
Minggu, 26 April 2020 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
“Sabtu lalu (18/4) kami mengirim jeruk nipis (lime) sebanyak 10 ton ke Maladewa dan pada hari Senin (20/4) melakukan ekspor ke Jepang, yaitu 4 ton cabe frozen, 1 ton jengkol, 500 kg petai dan 500 kg lengkuas,” jelas dia.
Dia mengaku sudah memegang kontrak ekspor untuk beberapa waktu ke depan, dan ada juga yang masih tahap proses penyelesaian penawaran. “Misalnya saja hari ini, perusahaan akan melakukan ekspor 1 ton manggis ke Dubai,” tambah dia.
Lebih lanjut, Rian juga menyebut kesiapannya membeli cabai di daerah sentra yang saat ini sedang panen raya. “Beberapa waktu ke depan kami akan membeli 7 ton cabai dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan mengekspornya ke Jepang dalam bentuk beku,” ungkap Rian.
Direktur Pengolahan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Yasid Taufik mengapresiasi upaya Rian. Eksportir-eksportir muda seperti Rian harus terus didorong untuk bersinergi dengan petani.
“Ini sesuatu yang positif. Mereka bisa membantu penyerapan produksi hasil hortikultura Indonesia dengan harga yang baik, sehingga petani tetap bersemangat untuk menanam,” kata Yasid.
Yasid berharap para eksportir Indonesia dapat aktif menawarkan produk-produk hortikultura yang saat ini sedang panen ke para pembeli di luar negeri. “Sehingga produk yang dihasilkan petani dapat diserap dan harganya tetap baik,” ujarnya.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto optimistis komoditas buah dan sayur petani lokal terus meningkat. Dengan segala anugerah kekayaan alam Indonesia, yang notabene dipenuhi lahan subur, menjadi sebuah keniscayaan produk hortikultura petani lokal terus berjaya.
Dia mengaku sudah memegang kontrak ekspor untuk beberapa waktu ke depan, dan ada juga yang masih tahap proses penyelesaian penawaran. “Misalnya saja hari ini, perusahaan akan melakukan ekspor 1 ton manggis ke Dubai,” tambah dia.
Lebih lanjut, Rian juga menyebut kesiapannya membeli cabai di daerah sentra yang saat ini sedang panen raya. “Beberapa waktu ke depan kami akan membeli 7 ton cabai dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan mengekspornya ke Jepang dalam bentuk beku,” ungkap Rian.
Direktur Pengolahan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Yasid Taufik mengapresiasi upaya Rian. Eksportir-eksportir muda seperti Rian harus terus didorong untuk bersinergi dengan petani.
“Ini sesuatu yang positif. Mereka bisa membantu penyerapan produksi hasil hortikultura Indonesia dengan harga yang baik, sehingga petani tetap bersemangat untuk menanam,” kata Yasid.
Yasid berharap para eksportir Indonesia dapat aktif menawarkan produk-produk hortikultura yang saat ini sedang panen ke para pembeli di luar negeri. “Sehingga produk yang dihasilkan petani dapat diserap dan harganya tetap baik,” ujarnya.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto optimistis komoditas buah dan sayur petani lokal terus meningkat. Dengan segala anugerah kekayaan alam Indonesia, yang notabene dipenuhi lahan subur, menjadi sebuah keniscayaan produk hortikultura petani lokal terus berjaya.
Lihat Juga :