Profil Guru Ma’Mun, Tokoh Betawi Dikenal Singa Podium yang Diabadikan Jadi Nama Jalan di Jakarta Barat
Minggu, 17 Juli 2022 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Guru Ma’mun wafat pada 25 Muharram 1404 H/1 November 1983 di usianya yang menginjak 67 tahun. Jenazah Guru Ma’mun dikebumikan di Kompleks Masjid Darussalam, Kuningan, Jakarta Selatan, di samping makam ayahnya, Guru H. Muhammad Ma'mun bin Jauhari bin Mi'un.Sebelum menjadi ulama, Guru Ma’mun terlebih dahulu menimba ilmu di Jakarta bersama orang tuanya.
Selain itu, ia berguru dengan ulama terkenal Betawi lainnya, Guru Majid. Sejarah mencatat bahwa Guru Ma’mun kerap mengaji di rumah Guru Majid. Guru Ma’mun juga belajar ilmu agama dan ilmu lainnya di Arab Saudi, di Kota Mekkah, selama enam tahun. Demi memperjuangkan pendidikan, Guru Ma’mun mendirikan Madrasah Raudhatul Muta’allimin di tahun 1945.
Berdirinya madrasah ini diawali oleh Guru Ma’mun dengan dua kiai Betawi lainnya, KH. Ali Syibromalisi dan KH. Abd Syakur Khairy, yang mengikuti Muktamar Nahdhatul Ulama. Pertemuan besar wakil organisasi diadakan PBNU di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Baca juga: Mengenal Silat Cimande Bogor, Tempat Lahirnya Para Jawara di Bumi Nusantara
Berbekal niat tulus dan cita-cita memajukan agama, bangsa dan negara, ketiganya pun mulai mengembangkan visi dan misinya untuk membangun sebuah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut akan memakai ajaran Islam yang berpaham pada Ahlussunnah Wal Jamaah.
Lihat Juga :