Tanpa Tunjukkan Data, Risma Klaim Kasus COVID-19 di Surabaya Turun

Jum'at, 26 Juni 2020 - 17:06 WIB
loading...
Tanpa Tunjukkan Data,...
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membantah bahwa kasus positif COVID-19 di Surabaya terus mengalami peningkatan. SINDOnews/Lukman
A A A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membantah bahwa kasus positif COVID-19 di Surabaya terus mengalami peningkatan. Sebaliknya, orang nomor satu di Surabaya mengklaim kasus virus corona di Kota Pahlawan berangsur menurun.

“Sebenarnya sudah turun (kasus positif COVID-19 di Surabaya). Cuma tadi saya tidak menyampaikan angka. Nanti dikira seolah saya enggak kerja. Sebetulnya angka itu sudah turun. Tadi saya suruh ngecek di hotel tinggal nggak sampai 60 orang, itu yang reaktif nunggu swab. Kemungkinan sudah pulang, nggak sebesar 60 orang itu,” kata Risma, usai mengikuti rapat koordinasi bersama Menkopolhukam, Mendagri dan Forkopimda Jatim di Hotel JW Marriot, Surabaya, Jumat (26/6/2020).

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim menunjukkan, jumlah kasus positif COVID-19 di Surabaya pada Kamis (25/6/2020) sebanyak 5.157 kasus. Jumlah itu naik sebanyak 195 kasus dari sehari sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, rata-rata kasus COVID-19 di Surabaya bertambah antara 80 hingga 100 lebih kasus. "Kita tetap lakukan tracing. Jadi BIN (Badan Intelijen Negara) itu kita gantikan petugas puskesmas, Babinsa Bhabinkamtibmas (menggelar swab dan rapid test)," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut, rasio tracing atau pelacakan pasien COVID-19 di Surabaya terendah se-Jatim. Pada setiap satu kasus positif di Kota Pahlawan, hanya ditemukan 2,8 Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Orang Tanpa Gejala (OTG) dari hasil tracingnya.

Sementara di Sidoarjo, merupakan angka terendah kedua dengan angka 3,5 ODP/OTG setiap satu kasus positif. Sementara kedua daerah tersebut, menyumbang angka kematian tertinggi di Jatim. Per 30 Mei lalu, jumlah angka kematian di Surabaya mencapai 234 orang dan Sidoarjo 57 orang.

"Peta ini saya rasa menjadi penting bagaimana intervensi ini harus kita maksimalkan dengan berbagai macam ikhtiar. Yang kalau kita bersinergi akan membuka jalan untuk menurunkan angka kematian dan kasus baru, utamanya di Surabaya raya,” kata Khofifah Rabu (24/6/2020) lalu.

Khofifah menjelaskan, dari 10.092 kasus positif di Jatim (data kasus Selasa, 23 Juni 2020), sebanyak 4.878 kasus diantaranya berasal dari Surabaya atau 48,3 persen. Sementara untuk Surabaya Raya total kasusnya mencapai 6.653 orang atau 65,9 persen. "Pada posisi ini Attack Rate (AR) di Surabaya sudah 189 per 100.00 jumlah penduduk. Sementara Jatim AR mencapai 25," tutur Khofifah.

Orang nomor satu di Jatim itu juga menyinggung terkait tingkat kepatuhan masyarakat di Surabaya Raya yang cukup rendah. Bahkan, banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol pencegahan COVID-19 di tempat umum. Kondisi itu diketahui dari survei yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair). (Baca: 35 Warga Ketajen Sidoarjo Tunggu Hasil Swab, Akses Desa Ditutup).

Dia mencontohkan di tempat ibadah, hanya 30 persen masyarakat yang menggunakan masker. Sisanya, sebanyak 70 persen abai akan protokol kesehatan. Di pasar tradisional jumlah masyarakat yang tidak menggunakan masker mencapai 84 persen. Hal ini juga terjadi di tempat nongkrong, di mana ada 88 persen tak menggunakan masker.

“PSBB di Surabaya Raya sudah sempat sukses kalau dari sisi RT (rate of transmission) di bawah 1. Jadi pada tanggal 20 sampai tanggal 26 Mei sesungguhnya sudah tepat di bawah 1. Namun, ini hanya berselang beberapa hari karena RT di Surabaya Raya kembali naik seiring dengan pertumbuhan kasusnya," pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awas! Kasus Aktif Covid-19...
Awas! Kasus Aktif Covid-19 di Jatim Mengalami Tren Kenaikan
Tingkat Kesembuhan Pasien...
Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di Jatim Terendah di Jawa, Khofifah: Jaga Prokes!
Takut Diperiksa Polisi,...
Takut Diperiksa Polisi, Mantan Pasien COVID-19 Ini Nekat Palsukan PCR
Angka Kematian Akibat...
Angka Kematian Akibat COVID-19 di Jatim Tinggi, Sehari Rata-rata 300 Pasien Meninggal
COVID-19 di Jatim Sasar...
COVID-19 di Jatim Sasar Anak-anak, 14.173 Positif dan 75 Meninggal Dunia
Mencemaskan Bangkalan...
Mencemaskan Bangkalan Zona Merah COVID-19, Penambahan Kasusnya Tertinggi di Jatim
Rekomendasi
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Peradaban Kuno di Planet Mars
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved