Berkat Manis Bisnis Gula, Pakubuwono X Kaya Raya Bisa Beli Mobil Benz
Selasa, 12 Juli 2022 - 05:04 WIB
loading...
A
A
A
Mobil tersebut dibeli Pakubuwono X melalui Prottle & Co, toko yang menjual barang-barang impor yang berlokasi di pasar besa di Surabaya kala itu. Setelah tiba di Surakarta, kendaraan berkapasitas delapan penumpan itu kemudian didesain seperti kereta kuda. Mobil ini dijuluki Kyai Maruto. Julukan tersebut mengacu pada kecepatannya yang melampaui kecepatan kereta kuda.
Kala itu masyarakat juga menjuluki Kyai Maruto dengan sebutan kereta setan. Alasannya, karena kereta tersebut melaju dengan kencang seolah-olah ditarik oleh kuda gaib.
Mobil ini memiliki mesin 1 silinder, dengan kapasitas bahan bakar 2.0 liter, bertenaga 5 hp. Rodanya terbuat dari kayu alias ban mati (ban tanpa udara).
Memiliki mobil kala itu, terutama kaum raja, merupakan barang mewah dan langka. Sebab, mayoritas kendaraan para raja kala itu adalah kereta kuda.
Beberapa sumber bahkan menyebut mobil ini mungkin jadi yang pertama di AsiaTenggara karena Raja Thailand Chulalongkorn (Rama V) baru memiliki mobil sejenis pada 19 Desember 1904.
Sayangya, pada 1924 mobil seharga 1.000 Gulden itu diangkut kemabli ke Eropa. Mobil itu dikapalkan ke Belanda melalui Pelabuhan Semarang. Ceritanya di balik itu bahwa Kyai Maruto dipinjam oleh pemerintah Belanda untuk mengikuti pameran Auto RAI. Namun selepas pameran, mobil itu tidak pernah dikembalikan dan hingga sekarang sipajang di Museum Louwman, Belanda.
Kala itu masyarakat juga menjuluki Kyai Maruto dengan sebutan kereta setan. Alasannya, karena kereta tersebut melaju dengan kencang seolah-olah ditarik oleh kuda gaib.
Mobil ini memiliki mesin 1 silinder, dengan kapasitas bahan bakar 2.0 liter, bertenaga 5 hp. Rodanya terbuat dari kayu alias ban mati (ban tanpa udara).
Memiliki mobil kala itu, terutama kaum raja, merupakan barang mewah dan langka. Sebab, mayoritas kendaraan para raja kala itu adalah kereta kuda.
Beberapa sumber bahkan menyebut mobil ini mungkin jadi yang pertama di AsiaTenggara karena Raja Thailand Chulalongkorn (Rama V) baru memiliki mobil sejenis pada 19 Desember 1904.
Sayangya, pada 1924 mobil seharga 1.000 Gulden itu diangkut kemabli ke Eropa. Mobil itu dikapalkan ke Belanda melalui Pelabuhan Semarang. Ceritanya di balik itu bahwa Kyai Maruto dipinjam oleh pemerintah Belanda untuk mengikuti pameran Auto RAI. Namun selepas pameran, mobil itu tidak pernah dikembalikan dan hingga sekarang sipajang di Museum Louwman, Belanda.
(don)
Lihat Juga :