Berkat Manis Bisnis Gula, Pakubuwono X Kaya Raya Bisa Beli Mobil Benz
Selasa, 12 Juli 2022 - 05:04 WIB
loading...
A
A
A
Di bidang pendidikan, dia membangun sekolah-sekolah seperti Sekolah Pamardi Putri, Kasatriyan, dan Rijksstudiefond.
Selain itu, Pakubuwono X juga membangun infrastruktur modern Kota Surakarta seperti Pasar Gedhe Harjonagoro, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Solo Kota (Sangkrah), Stadion Sriwedari, Kebun Binatang Jurug, dan Taman Balekambang.
Tidak hanya itu, dia juga membangun rumah pemotongan hewan di Jagalan, rumah singgah bagi tunawisma, dan rumah pembakaran jenazah bagi warga Tionghoa. Bank untuk memberikan kredit rumah bagi rakyat juga didirikan.
Selama pemerintahannya yang berlangsung 46 tahun, Pakubuwono sering berkeliling untuk melihat secara langsung kehidupan warganya. Kesunanan Surakarta mengalami kesejahteraan luar biasa, terutama karena menjadi sentra bisnis gula.
Jawa, pada akhir abad ke-19, mengalami kejayaan industri gula. Menurut catatan Archief voor de Java Suikerindustrie in Ned-Indie (1929), pada 1897 produksi gula di Jawa mencapai 605.000 ton.
Gula yang melimpah dipasok dari 148 pabrik di seluruh Jawa. Industri gula tersebut umumnya dikelola raja-raja keturunan Mataram. Saat industri tersebut melejit pada era itu, keuntungan mengalir ke Keraton Kasunanan Surakarta yang kala itu diperintah Pakubuwono X.
Pakubuwono X adalah Raja Kasunanan Surakarta yang menikmati kejayaan industri gula, meski sudah dirintis oleh pendahulunya, sejak 1842. Menurut sumber dari Keraton Kasunanan Surakarta, dari seluruh raja yang pernah memerintah Keraton Kasunanan Surakarta, Pakubuwono X adalah raja terkaya.
Karena itu, tidak heran jika dia bisa membeli mobil kala itu. Pakubuwono X membeli Mobil bertipe Benz Victoria Phaeton, dari pabrik Benz Stuttgart Jerman. Tercatat, Pakubuwono X membelinya pada tahun kedelapan sesudah produksi pertama dikeluarkan. Artinya, lebih dulu memilikinya ketimbang petinggi kompeni Belanda yang baru bisa membelinya pada tahun 1896.
Selain itu, Pakubuwono X juga membangun infrastruktur modern Kota Surakarta seperti Pasar Gedhe Harjonagoro, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Solo Kota (Sangkrah), Stadion Sriwedari, Kebun Binatang Jurug, dan Taman Balekambang.
Tidak hanya itu, dia juga membangun rumah pemotongan hewan di Jagalan, rumah singgah bagi tunawisma, dan rumah pembakaran jenazah bagi warga Tionghoa. Bank untuk memberikan kredit rumah bagi rakyat juga didirikan.
Selama pemerintahannya yang berlangsung 46 tahun, Pakubuwono sering berkeliling untuk melihat secara langsung kehidupan warganya. Kesunanan Surakarta mengalami kesejahteraan luar biasa, terutama karena menjadi sentra bisnis gula.
Jawa, pada akhir abad ke-19, mengalami kejayaan industri gula. Menurut catatan Archief voor de Java Suikerindustrie in Ned-Indie (1929), pada 1897 produksi gula di Jawa mencapai 605.000 ton.
Gula yang melimpah dipasok dari 148 pabrik di seluruh Jawa. Industri gula tersebut umumnya dikelola raja-raja keturunan Mataram. Saat industri tersebut melejit pada era itu, keuntungan mengalir ke Keraton Kasunanan Surakarta yang kala itu diperintah Pakubuwono X.
Pakubuwono X adalah Raja Kasunanan Surakarta yang menikmati kejayaan industri gula, meski sudah dirintis oleh pendahulunya, sejak 1842. Menurut sumber dari Keraton Kasunanan Surakarta, dari seluruh raja yang pernah memerintah Keraton Kasunanan Surakarta, Pakubuwono X adalah raja terkaya.
Karena itu, tidak heran jika dia bisa membeli mobil kala itu. Pakubuwono X membeli Mobil bertipe Benz Victoria Phaeton, dari pabrik Benz Stuttgart Jerman. Tercatat, Pakubuwono X membelinya pada tahun kedelapan sesudah produksi pertama dikeluarkan. Artinya, lebih dulu memilikinya ketimbang petinggi kompeni Belanda yang baru bisa membelinya pada tahun 1896.
Lihat Juga :