Gerebek Lokasi Tambang Emas Ilegal, Petugas Amankan Alat Berat yang Ditutupi Terpal
Senin, 11 Juli 2022 - 10:29 WIB
loading...
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi bersama tim gabungan menggerebek aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi. (Ist)
A
A
A
ENREKANG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi bersama tim gabungan menggerebek aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Satu unit alat berat yang diduga digunakan pelaku PETI berhasil diamankan. Sedangkan pelaku PETI diduga sudah kabur melarikan diri terlebih dahulu saat mengetahui adanya aksi petugas.
Ditreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory mengatakan, barang bukti excavator sengaja ditinggalkan pelaku di tengah hutan. Untuk mengelabui petugas, alat berat tersebut sengaja ditutup menggunakan terpal serta daun dan ranting oleh pelaku.
”Pelaku sengaja mengelabui petugas dengan menyimpan alat berat di dalam hutan. Mereka juga menutup akses jalan menuju hutan, akan tetapi kita berhasil menemukannya,” tegasnya, Senin (11/7/2022).
Tidak hanya itu, pihaknya juga bertindak tegas dengan mengambil komputer dan juga monitor alat berat.
"Kita juga langsung mengambil tindakan mengamankan komputer dan juga monitor alat berat untuk dilakukan penyelidikan siapa pemilik alat berat tersebut," imbuh Christo.
Selanjutnya, pihaknya akan terus menyelidiki siapa pemilik alat berat tersebut. Tidak sampai di situ, polisi juga akan memanggil kepala desa setempat untuk meminta keterangan.
Satu unit alat berat yang diduga digunakan pelaku PETI berhasil diamankan. Sedangkan pelaku PETI diduga sudah kabur melarikan diri terlebih dahulu saat mengetahui adanya aksi petugas.
Ditreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory mengatakan, barang bukti excavator sengaja ditinggalkan pelaku di tengah hutan. Untuk mengelabui petugas, alat berat tersebut sengaja ditutup menggunakan terpal serta daun dan ranting oleh pelaku.
”Pelaku sengaja mengelabui petugas dengan menyimpan alat berat di dalam hutan. Mereka juga menutup akses jalan menuju hutan, akan tetapi kita berhasil menemukannya,” tegasnya, Senin (11/7/2022).
Tidak hanya itu, pihaknya juga bertindak tegas dengan mengambil komputer dan juga monitor alat berat.
"Kita juga langsung mengambil tindakan mengamankan komputer dan juga monitor alat berat untuk dilakukan penyelidikan siapa pemilik alat berat tersebut," imbuh Christo.
Selanjutnya, pihaknya akan terus menyelidiki siapa pemilik alat berat tersebut. Tidak sampai di situ, polisi juga akan memanggil kepala desa setempat untuk meminta keterangan.
Lihat Juga :