Kisah Kapitan Pattimura, Pahlawan Nasional yang Dikhianati Raja Booi dan Digantung Belanda
Minggu, 10 Juli 2022 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
Rakyat Maluku tentu menolak kedatangan Belanda dengan membuat Proklamasi Haria dan Keberatan Hatawano. Proklamasi Haria ini disusun oleh Pattimura.
Mengetahui Kapitan Pattimura melawan, Pemerintah Belanda mulai memaksanakan kekuasaannya lewat Gubemur Van Middelkoop clan Residen Saparua Johannes Rudolf van der Berg. Selanjutnya pecah perlawanan bersenjata dengan rakyat Maluku.
Rakyat Maluku kemudian mengadakan musyawarah yang mengangkat Pattimura sebagai kapten besar. Pada 7 Mei 1817 dalam rapat umum di Baileu negeri Haria, Thomas Matulessy atau Pattimura dikukuhkan dalam upacara adat sebagai Kapitan Besar.
Setelah menjadi kapten, Pattimura memilih beberapa orang yang membantunya, seperti Anthoni Rhebok, Philips Latimahina, Lucas Selano, Arong Lisapafy, Melchior Kesaulya dan Sarassa Sanaki, Martha Christina Tiahahu dan Paulus Tiahahu.
Kapitan Pattimura bersama Philips Latumahina dan Lucas Selano melakukan penyerbuan ke benteng Duurstede.
Berita jatuhnya benteng Duurstede membingungkan pihak Belanda. Gubernur Van Middelkoop dan komisaris Engelhard memutuskan militer yang besar ke Saparua di bawah pimpinan Mayor Beetje.
Mengetahui hal tersebut, Kapten Pattimura mengatur taktik. Pasukan rakyat sekitar seribu orang diatur dalam pertahanan sepanjang pesisir. Pattimura bersama pasukannya berhasil mengalahkan Beetjes dan tentaranya.
Pada 20 Mei 1817 diadakan rapat raksasa di Haria untuk mengadakan pernyataan kebulatan tekad untuk perjuangan melawan Belanda.
Mengetahui Kapitan Pattimura melawan, Pemerintah Belanda mulai memaksanakan kekuasaannya lewat Gubemur Van Middelkoop clan Residen Saparua Johannes Rudolf van der Berg. Selanjutnya pecah perlawanan bersenjata dengan rakyat Maluku.
Rakyat Maluku kemudian mengadakan musyawarah yang mengangkat Pattimura sebagai kapten besar. Pada 7 Mei 1817 dalam rapat umum di Baileu negeri Haria, Thomas Matulessy atau Pattimura dikukuhkan dalam upacara adat sebagai Kapitan Besar.
Setelah menjadi kapten, Pattimura memilih beberapa orang yang membantunya, seperti Anthoni Rhebok, Philips Latimahina, Lucas Selano, Arong Lisapafy, Melchior Kesaulya dan Sarassa Sanaki, Martha Christina Tiahahu dan Paulus Tiahahu.
Kapitan Pattimura bersama Philips Latumahina dan Lucas Selano melakukan penyerbuan ke benteng Duurstede.
Berita jatuhnya benteng Duurstede membingungkan pihak Belanda. Gubernur Van Middelkoop dan komisaris Engelhard memutuskan militer yang besar ke Saparua di bawah pimpinan Mayor Beetje.
Mengetahui hal tersebut, Kapten Pattimura mengatur taktik. Pasukan rakyat sekitar seribu orang diatur dalam pertahanan sepanjang pesisir. Pattimura bersama pasukannya berhasil mengalahkan Beetjes dan tentaranya.
Pada 20 Mei 1817 diadakan rapat raksasa di Haria untuk mengadakan pernyataan kebulatan tekad untuk perjuangan melawan Belanda.
Lihat Juga :