TNGHS, Brimob, PT Antam UBPE Pongkor Tanam Pohon dan Pelepasan Elang Brontok
Rabu, 06 Juli 2022 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, disampaikan mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan asli di TNGHS dengan berbagai fungsi ekologi, sosial dan ekonominya sehingga dapat dinikmati bukan hanya oleh generasi kita saat ini, namun juga generasi-generasi penerus selanjutnya.
"Penanaman pohon bertujuan mengembalikan area TNGHS yang telah mengalami kerusakan menjadi hutan kembali, sehingga menjadi habitat yang baik bagi berbagai flora dan fauna lainnya sekaligus meningkatkan fungsi ekologi kawasan TNGHS antara lain sebagai pengatur tata air, penyerap karbon dan penghasil oksigen," ungkap Pairah.
Baca juga: Hampir 50 Persen Elang Emas dan Elang Botak AS Keracunan Timbal
Adapun kegiatan pelepasliaran Elang Brontok merupakan upaya mempertahankan keberadaan populasi raptor TNGHS sebagai salah satu predator puncak yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan TNGHS.
"Kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat luas akan pentingnya menjaga kelestarian flora dan fauna asli TNGHS beserta ekosistemnya sebagai sistem penyangga kelangsungan hidup manusia," ujarnya.
Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi Ahmad Munawir menuturkan penanaman pohon asli TNGHS dan pelepasliaran Elang Brontok merupakan salah satu contoh kegiatan kolaborasi dalam pengelolaan kawasan konservasi, di mana acara ini didukung berbagai kalangan dari pemerintah pusat dan daerah, Polri, kalangan swasta, masyarakat hingga media.
Kegiatan penanaman ini juga bagian dari program Folu Net Sink 2030 yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian LHK. Pohon yang ditanam merupakan jenis-jenis pohon asli TNGHS antara lain Rasamala (Altingia excelsa), Puspa (Schima walichii), Kisireum (Jambosa acuminatissima) serta berbagai jenis pohon Huru. Hal ini selaras dengan salah satu tujuan pengelolaan kawasan TNGHS yaitu menjaga keaslian dari tipe ekosistem TNGHS yang berpotensi memberikan nilai penting bagi kehidupan manusia di masa mendatang.
"Penanaman pohon bertujuan mengembalikan area TNGHS yang telah mengalami kerusakan menjadi hutan kembali, sehingga menjadi habitat yang baik bagi berbagai flora dan fauna lainnya sekaligus meningkatkan fungsi ekologi kawasan TNGHS antara lain sebagai pengatur tata air, penyerap karbon dan penghasil oksigen," ungkap Pairah.
Baca juga: Hampir 50 Persen Elang Emas dan Elang Botak AS Keracunan Timbal
Adapun kegiatan pelepasliaran Elang Brontok merupakan upaya mempertahankan keberadaan populasi raptor TNGHS sebagai salah satu predator puncak yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan TNGHS.
"Kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat luas akan pentingnya menjaga kelestarian flora dan fauna asli TNGHS beserta ekosistemnya sebagai sistem penyangga kelangsungan hidup manusia," ujarnya.
Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi Ahmad Munawir menuturkan penanaman pohon asli TNGHS dan pelepasliaran Elang Brontok merupakan salah satu contoh kegiatan kolaborasi dalam pengelolaan kawasan konservasi, di mana acara ini didukung berbagai kalangan dari pemerintah pusat dan daerah, Polri, kalangan swasta, masyarakat hingga media.
Kegiatan penanaman ini juga bagian dari program Folu Net Sink 2030 yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian LHK. Pohon yang ditanam merupakan jenis-jenis pohon asli TNGHS antara lain Rasamala (Altingia excelsa), Puspa (Schima walichii), Kisireum (Jambosa acuminatissima) serta berbagai jenis pohon Huru. Hal ini selaras dengan salah satu tujuan pengelolaan kawasan TNGHS yaitu menjaga keaslian dari tipe ekosistem TNGHS yang berpotensi memberikan nilai penting bagi kehidupan manusia di masa mendatang.
Lihat Juga :