Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Pangkalan Banteng, Anggota Dewan Beri Bantuan
Selasa, 05 Juli 2022 - 09:07 WIB
loading...
Guna membantu meringankan beban warga, para korban banjir didatangi Anggota DPRD Kotawaringin Barat untuk diberikan bantuan. iNews TV/Sigit
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Intensitas hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng dalam satu pekan terakhir, membuat sejumlah wilayah di Kecamatan Pangkalan Banteng banjir . Guna membantu meringankan beban warga, para korban banjir didatangi Anggota DPRDKotawaringin Barat untuk diberikan bantuan.
Anggota dewan dari Dapil III tersebut diantaranya, Sri Lestari (Gerindra) Alman Riansyah (PDIP) dan Sutiyana (Golkar)yang meninjau Desa Sungai Bengkuang, Kecamatan Pangkalan Banteng.
"Banjir ini karena meluapnya air sungai di Desa Bengkuang dan tidak bisa langsung mengalir ke Sungai Berasau, karena terjadi pendangkalan dan perlu dilakukan normalisasi," kata Sri Lestari.
Ia mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng itu karena meluapnya air sungai, karena debit air dari hulu yang cukup besar tidak dapat langsung ke muara.
"Jadi, di hulu sungainya itu sudah dinormalisasi karena ada Replanting Sawit dari perusahaan. Namun, untuk hilirnya hingga muara tidak dinormalisasi, sehingga saat hujan 1 atau 2 jam saja maka air meluap dan membanjiri lahan sawah bahkan rumah warga," ungkapnya.
Anggota dewan dari Dapil III tersebut diantaranya, Sri Lestari (Gerindra) Alman Riansyah (PDIP) dan Sutiyana (Golkar)yang meninjau Desa Sungai Bengkuang, Kecamatan Pangkalan Banteng.
"Banjir ini karena meluapnya air sungai di Desa Bengkuang dan tidak bisa langsung mengalir ke Sungai Berasau, karena terjadi pendangkalan dan perlu dilakukan normalisasi," kata Sri Lestari.
Ia mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng itu karena meluapnya air sungai, karena debit air dari hulu yang cukup besar tidak dapat langsung ke muara.
"Jadi, di hulu sungainya itu sudah dinormalisasi karena ada Replanting Sawit dari perusahaan. Namun, untuk hilirnya hingga muara tidak dinormalisasi, sehingga saat hujan 1 atau 2 jam saja maka air meluap dan membanjiri lahan sawah bahkan rumah warga," ungkapnya.
Lihat Juga :