Anggota Koperasi di Sukabumi Bakal Mengadu ke Jokowi, Ingin Dana Rp100 Miliar Bisa Kembali
Senin, 04 Juli 2022 - 17:54 WIB
loading...
A
A
A
Suwandi menambahkan bahwa jumlah simpanan pribadi yang disetorkan kepada KSPSB sekitar Rp800 juta, kalau dengan anggota yang direkrutnya Rp7,7 miliar. Jumlah anggota yang ikut dengan dirinya berjumlah 40 orang yang bervariasi menyimpan uangnya di koperasi mulai Rp10 juta hingga Rp2 miliar per orang.
"Kita sudah bayar lawyer untuk mengurus permasalahan ini dengan biaya 1 persen dari total tagihan dan di luar itu ada uang untuk transportasi ke Polda Jabar, karena domisili kita di wilayah Jawa Barat, jadi harus melaporkannya ke Polda, kalo di Jakarta bisa ke Bareskrim," ujar Suwardi.
Lebih lanjut Suwardi mengatakan bahwa sejak dilaporkan pada 20 Agustus 2020, beberapa kali ia mendatangi Polda Jabar, namun hingga kini sudah 2 tahun berjalan belum terdengar lagi ada perkembangan lagi kasusnya. Selain itu upaya unjuk rasa bersama anggota lain di seluruh Indonesia ke kantor pusat di Kota Bogor pun telah dilakukannya.
"Kami yang sudah tua dan banyak ibu-ibu yang demo ke sana (Bogor) malah disiapkan pengaman internal dari orang-orang Indonesia Timur yang menjaga kantor pusat. Hingga pernah juga saya datangi ke Kementerian Koperasi dan diarahkan ke Satgas, namun upaya itu juga belum ada perkembangannya," tambah Suwardi.
Upaya selanjutnya yang akan ditempuh, lanjut Suwardi, ia bersama ribuan anggota KSPSB akan mengadukan masalah ini ke presiden Joko Widodo, namun dikarenakan presiden masih tugas di luar negeri, upaya tersebut dipending terlebih dahulu, menunggu kedatangan presiden pulang ke tanah air
"Kita sudah bayar lawyer untuk mengurus permasalahan ini dengan biaya 1 persen dari total tagihan dan di luar itu ada uang untuk transportasi ke Polda Jabar, karena domisili kita di wilayah Jawa Barat, jadi harus melaporkannya ke Polda, kalo di Jakarta bisa ke Bareskrim," ujar Suwardi.
Lebih lanjut Suwardi mengatakan bahwa sejak dilaporkan pada 20 Agustus 2020, beberapa kali ia mendatangi Polda Jabar, namun hingga kini sudah 2 tahun berjalan belum terdengar lagi ada perkembangan lagi kasusnya. Selain itu upaya unjuk rasa bersama anggota lain di seluruh Indonesia ke kantor pusat di Kota Bogor pun telah dilakukannya.
"Kami yang sudah tua dan banyak ibu-ibu yang demo ke sana (Bogor) malah disiapkan pengaman internal dari orang-orang Indonesia Timur yang menjaga kantor pusat. Hingga pernah juga saya datangi ke Kementerian Koperasi dan diarahkan ke Satgas, namun upaya itu juga belum ada perkembangannya," tambah Suwardi.
Upaya selanjutnya yang akan ditempuh, lanjut Suwardi, ia bersama ribuan anggota KSPSB akan mengadukan masalah ini ke presiden Joko Widodo, namun dikarenakan presiden masih tugas di luar negeri, upaya tersebut dipending terlebih dahulu, menunggu kedatangan presiden pulang ke tanah air
(msd)
Lihat Juga :