Kisah Raja Udayana dan Jasa Besarnya bagi Masyarakat Bali
Sabtu, 02 Juli 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain dikenal sebagai Raja Bali yang berjasa besar dan sangat dihormati rakyatnya, Udayana juga merupakan penguasa yang menurunkan raja-raja Kerajaan Kediri di Jawa Timur.
Raja Udayana dari Dinasti Warmadewa adalah Sang Ratu Maruhani Sri Dharmodayana Warmadewa. Ia merupakan putra Janashadu Warmadewa yang memerintah Kerajaan Bali antara 975-983. Udayana naik takhta pada 989, menggantikan penguasa perempuan pertama di Bali, Sri Wijaya Mahadewi (983-989).
Raja Udayana memiliki kedekatan dengan salah satu kerajaan yang ada di Pulau Jawa, yaitu Kerajaan Medang di Jawa Timur. Berkat kedekatannya tersebut, ia memiliki permaisuri dari Jawa, yaitu Mahendradatta, yang merupakan adik Raja Dharmawangsa Teguh dari Kerajaan Medang. Setelah menjadi permaisuri Raja Udayana, Mahendradatta bergelar Sang Ratu Luhur Sri Gunapriya Dharmapatni.
Jasa Bagi Masyarakat Bali
Nama Udayana sudah sangat melekat dengan Pulau Bali. Namanya disematkan sebagai salah satu nama universitas negeri di Bali. Udayana adalah salah satu raja atau penguasa Bali yang berasal dari Wangsa Warmadewa, pendiri Kerajaan Bedulu.
Raja Udayana juga memiliki peran penting dalam sejarah nusantara. Apalagi, beliau dikenal sebgai ayah kandung dari Airlangga, yang merupakan pendiri dari Kerajaan Kahuripan yang kemudian terpecah menjadi Kerjaaan Janggala dan kerajaan Kediri. Sebagai upaya mengabadikan namanya, tidak heran kalau Udayana digunakan sebagai nama perguruan tinggi.
Dinasti Warmadewa yang merupakan penguasa Pulau Bali pada abad X. Prasasti Blanjong yang ada di kawasan Sanur menyebutkan kalau Wangsa Warmadewa didirikan oleh Sri Kesari Warmadewa. Kerajaan ini menganut agama Buddha Mahayana dan dikenal memiliki kedekatan dengan Kerajaan Medaeng yang ada di Jawa Timur. Hubungan dekat tersebut terjadi pada rentang antara abad ke 10 sampai 11 Masehi.
Raja Udayana dari Dinasti Warmadewa adalah Sang Ratu Maruhani Sri Dharmodayana Warmadewa. Ia merupakan putra Janashadu Warmadewa yang memerintah Kerajaan Bali antara 975-983. Udayana naik takhta pada 989, menggantikan penguasa perempuan pertama di Bali, Sri Wijaya Mahadewi (983-989).
Raja Udayana memiliki kedekatan dengan salah satu kerajaan yang ada di Pulau Jawa, yaitu Kerajaan Medang di Jawa Timur. Berkat kedekatannya tersebut, ia memiliki permaisuri dari Jawa, yaitu Mahendradatta, yang merupakan adik Raja Dharmawangsa Teguh dari Kerajaan Medang. Setelah menjadi permaisuri Raja Udayana, Mahendradatta bergelar Sang Ratu Luhur Sri Gunapriya Dharmapatni.
Jasa Bagi Masyarakat Bali
Nama Udayana sudah sangat melekat dengan Pulau Bali. Namanya disematkan sebagai salah satu nama universitas negeri di Bali. Udayana adalah salah satu raja atau penguasa Bali yang berasal dari Wangsa Warmadewa, pendiri Kerajaan Bedulu.
Raja Udayana juga memiliki peran penting dalam sejarah nusantara. Apalagi, beliau dikenal sebgai ayah kandung dari Airlangga, yang merupakan pendiri dari Kerajaan Kahuripan yang kemudian terpecah menjadi Kerjaaan Janggala dan kerajaan Kediri. Sebagai upaya mengabadikan namanya, tidak heran kalau Udayana digunakan sebagai nama perguruan tinggi.
Dinasti Warmadewa yang merupakan penguasa Pulau Bali pada abad X. Prasasti Blanjong yang ada di kawasan Sanur menyebutkan kalau Wangsa Warmadewa didirikan oleh Sri Kesari Warmadewa. Kerajaan ini menganut agama Buddha Mahayana dan dikenal memiliki kedekatan dengan Kerajaan Medaeng yang ada di Jawa Timur. Hubungan dekat tersebut terjadi pada rentang antara abad ke 10 sampai 11 Masehi.
Lihat Juga :