Mengamuk dan Rebut Pistol Polisi, Wanita Ini Disangkakan Pasal 212 dan 214 KUHP
Kamis, 30 Juni 2022 - 22:22 WIB
loading...
Sorang perempuan tak terima ditegur hingga mengamuk memberikan perlawanan dengan mengigit tangan polisi di Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto/Tangkapan Layar
A
A
A
JAKARTA - Seorang wanita berinisial HFR (23) diamankan polisi karena tidak terima ditegur saat melawan arus dan di bawah Flyover Kampung Melayu , Jakarta Timur dan melawannya dengan cara menggigit tangan anggota polisi berinisial RM. Kini, kasus tersebut telah ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur berdasarkan laporan dari korban.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi menjelaskan, pelaku dilaporkan oleh RM dengan disangkakan Pasal 212 dan 214 Kitab Undang-Undang Hukuman Pidana (KUHP). Baca juga: Mengamuk Ditegur Melawan Arus, Perempuan Ini Aniaya dan Rebut Pistol Polisi
"Korban atas nama RM sudah membuat laporan polisi ke Polres Metro Jakarta Timur dengan pesangkaan pasal 212 dan 214," kata Ahsanul kepada wartawan, Kamis (30/6/2022).
Saat ini korban, lanjut Ahsanul, sedang dilarikan ke Rumah Sakit Polri guna dilakukan pemeriksaan. "Saat ini korban sedang dilakukan visum di RS Polri Kramat Jati. Sedangkan pelaku dilakukan pemeriksaan oleh penyidik," ujar Ahsanul.
Menurut Ahsanul, pemeriksaan masih berlanjut karena tidak akan dilakukan proses mediasi atau menggunakan cara kekeluargaan guna menyelesaikan masalah tersebut.
"Kita belum ada proses mengarah ke mediasi karena pelaku masih menjalani pemeriksaan," katanya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi menjelaskan, pelaku dilaporkan oleh RM dengan disangkakan Pasal 212 dan 214 Kitab Undang-Undang Hukuman Pidana (KUHP). Baca juga: Mengamuk Ditegur Melawan Arus, Perempuan Ini Aniaya dan Rebut Pistol Polisi
"Korban atas nama RM sudah membuat laporan polisi ke Polres Metro Jakarta Timur dengan pesangkaan pasal 212 dan 214," kata Ahsanul kepada wartawan, Kamis (30/6/2022).
Saat ini korban, lanjut Ahsanul, sedang dilarikan ke Rumah Sakit Polri guna dilakukan pemeriksaan. "Saat ini korban sedang dilakukan visum di RS Polri Kramat Jati. Sedangkan pelaku dilakukan pemeriksaan oleh penyidik," ujar Ahsanul.
Menurut Ahsanul, pemeriksaan masih berlanjut karena tidak akan dilakukan proses mediasi atau menggunakan cara kekeluargaan guna menyelesaikan masalah tersebut.
"Kita belum ada proses mengarah ke mediasi karena pelaku masih menjalani pemeriksaan," katanya.
Lihat Juga :