Terobos Kawat Berduri, Massa Mahasiswa Paksa Masuk Gedung DPR
Selasa, 28 Juni 2022 - 17:49 WIB
loading...
Aksi demo mahasiswa masih memanas di Gedung DPR, Senayan, Selasa (28/6/2022) petang. Bahkan massa nekat menghancurkan kawat berduri dan memaksa masuk Gedung DPR. Foto: MPI/Bachtiar Rojab
A
A
A
JAKARTA - Aksi demo mahasiswa masih memanas di Gedung DPR, Senayan, Selasa (28/6/2022) petang. Bahkan massa nekat menghancurkan kawat berduri dan memaksa masuk Gedung DPR.
Baca juga: Aksi Demo Mahasiswa di DPR Ricuh Usai Insiden Pembakaran Sampah
Pantauan MNC Portal di lokasi, hingga pukul 17.28 WIB mahasiswa masih terus beriringan menyanyikan lagu agar bisa masuk ke dalam Gedung DPR. Bahkan, beberapa dari mereka turut menghancurkan kawat berduri dengan tongkat bendera.
Terlihat beberapa mahasiswa berjas almamater biru tua dan biru muda menaiki pagar Gedung DPR. Mereka turut meneriaki anggota DPR agar keluar dari gerbang menemui mahasiswa yang tengah berdemonstrasi.
"Buka, buka, buka pintunya, buka pintunya sekarang juga," teriak massa mahasiswa di tengah aksi.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Bayu Satria Utomo turut meneriaki pihak aparat karena tidak kunjung membantu mahasiswa menemui anggota DPR.
"Di Istana kami bisa menemui perwakilan, tapi di sini, kami diabaikan," ujar Bayu diiringi teriakan massa.
Baca juga: Aksi Demo Mahasiswa di DPR Ricuh Usai Insiden Pembakaran Sampah
Pantauan MNC Portal di lokasi, hingga pukul 17.28 WIB mahasiswa masih terus beriringan menyanyikan lagu agar bisa masuk ke dalam Gedung DPR. Bahkan, beberapa dari mereka turut menghancurkan kawat berduri dengan tongkat bendera.
Terlihat beberapa mahasiswa berjas almamater biru tua dan biru muda menaiki pagar Gedung DPR. Mereka turut meneriaki anggota DPR agar keluar dari gerbang menemui mahasiswa yang tengah berdemonstrasi.
"Buka, buka, buka pintunya, buka pintunya sekarang juga," teriak massa mahasiswa di tengah aksi.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Bayu Satria Utomo turut meneriaki pihak aparat karena tidak kunjung membantu mahasiswa menemui anggota DPR.
"Di Istana kami bisa menemui perwakilan, tapi di sini, kami diabaikan," ujar Bayu diiringi teriakan massa.
Lihat Juga :