alexametrics

Serangan DBD di Tasikmalaya Meningkat, 16 Pasien Meninggal

loading...
Serangan DBD di Tasikmalaya Meningkat, 16 Pasien Meninggal
Angka kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ditengah pandemi COVID-19 terus meningkat. Foto/iNews TV/Asep Juhariyono
A+ A-
TASIKMALAYA - Angka kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ditengah pandemi COVID-19 terus meningkat. Hingga saat ini tercatat ada 16 oranga meninggal dunia, di mana 11 di antaranya anak-anak, 4 dewasa dan 1 orang tua.

Guna menekan angka kematian yang diakibatkan gigitan nyamuk ini, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya akan segera melakukan sosialisasi ke tingkat puskesmas, kecamatan, kelurahan hingga RW dan RT serta terus melakukan fogging. (Baca juga: Tak Hanya Covid-19, Masyarakat Juga Harus Waspadai Penyakit DBD)

Kematian yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini terhitung sejak Januari hingga Juni 2020. Sementara itu jumlah warga yang sudah di rawat akibat serangan DBD sudah mencapai 634 kasus. Wabah DBD menyerang semua warga di 10 kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya. Angka kematian tertinggi terjadi di Kecamatan Kawalu, di mana ada 5 warga meninggal dunia dari 118 orang yang terjangkit DBD. (Baca juga: Pamit Ambil Laptop, Gadis Berhijab Hilang Diduga Diculik Orang)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, pihaknya masih terus berupaya melakukan penyuluhan, menggerakkan kader dan menerjunkan petugas dari 22 puskesmas yang ada di Kota Tasikmalaya. Selain itu akan menggandeng kader tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RW dan RT siaga di setiap perkampungan supaya nyamuk aedes aegypti tidak terus berkembang dan tumbuh menjadi dewasa.

(shf)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak