Gegara Masalah Upah, Anak Juragan Sawit di Riau Bunuh Pekerja Kebun
Selasa, 21 Juni 2022 - 04:45 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu pihak kepolisian membawa jenazah korban ke RS Bayangkara Polda Riau di Pekanbaru untuk dilakukan otopsi.
Dari hasil otpsi ditemukan memar pada punggung, luka lecet pada dahi, daun telinga sebelah dan pundak bahu kiri.
"Kemudian ada resapan darah pada jaringan ikat pembungkus tulang tengkorak, jaringan ikat pembungkus saluran kerongkongan, jaringan ikat pembungkus otot leher sisi kiri, penampang otak kecil, permukaan batang otak, perdarahan di bawah selaput keras otak, perdarahan di bawah selaput lunak otak akibat kekerasan tumpul," imbuhnya.
Hasil pemeriksaan juga menyimpulkan adanya darah sebanyak 20 cc di bawah selaput keras pada daerah otak kecil dan tanda-tanda herniasi (pergeseran) otak. Baca juga: Dokter Mery Minta Tolong Selamatkan Kekasih Usai Lakukan Pembakaran
Selanjut AKBP Eko Wimpiyanto, ditemukan tanda-tanda mati lemas (asfiksia) berupa tanda-tanda kongesti (perbendungan), sianosis pada jaringan kuku jari-jari tangan dan bintik-bintik perdarahan (ptekie haemorrhage). "Penyebab kematian adalah akibat kekerasan tumpul pada daerah kepala yang menimbulkan pendarahan otak," imbuhnya.
Dari hasil introgasi sementara pelaku dengan korban terlibat perkelahian mulut dan berujung pembunuhan. "Motifnya karena urusan kerja dan upah antara korban dan tersangka," tukasnya.
Dari hasil otpsi ditemukan memar pada punggung, luka lecet pada dahi, daun telinga sebelah dan pundak bahu kiri.
"Kemudian ada resapan darah pada jaringan ikat pembungkus tulang tengkorak, jaringan ikat pembungkus saluran kerongkongan, jaringan ikat pembungkus otot leher sisi kiri, penampang otak kecil, permukaan batang otak, perdarahan di bawah selaput keras otak, perdarahan di bawah selaput lunak otak akibat kekerasan tumpul," imbuhnya.
Hasil pemeriksaan juga menyimpulkan adanya darah sebanyak 20 cc di bawah selaput keras pada daerah otak kecil dan tanda-tanda herniasi (pergeseran) otak. Baca juga: Dokter Mery Minta Tolong Selamatkan Kekasih Usai Lakukan Pembakaran
Selanjut AKBP Eko Wimpiyanto, ditemukan tanda-tanda mati lemas (asfiksia) berupa tanda-tanda kongesti (perbendungan), sianosis pada jaringan kuku jari-jari tangan dan bintik-bintik perdarahan (ptekie haemorrhage). "Penyebab kematian adalah akibat kekerasan tumpul pada daerah kepala yang menimbulkan pendarahan otak," imbuhnya.
Dari hasil introgasi sementara pelaku dengan korban terlibat perkelahian mulut dan berujung pembunuhan. "Motifnya karena urusan kerja dan upah antara korban dan tersangka," tukasnya.
(don)
Lihat Juga :