Tebas Korban dengan Parang, Begal Sadis di Lombok Timur Ambruk Ditembak Polisi

Senin, 20 Juni 2022 - 13:44 WIB
loading...
Tebas Korban dengan Parang, Begal Sadis di Lombok Timur Ambruk Ditembak Polisi
Tebas korbannya dengan parang, begal sadis ditembak polisi. Foto: Ramli/SINDOnews
A A A
LOMBOK TIMUR - Dua pelaku begal sadis, di Lombok Timur, ZA (28) dan MYP (18), diringkus Tim Puma Polres Lombok Timur, di wilayah Desa Kertasari, Kecamatan Labuhan Haji, Minggu (19/06/2022).

Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak betis bagian kanan pelaku ZA karena berusaha kabur dan melawan saat ditangkap.

Kedua pelaku diringkus polisi setelah mendapat laporan dari korban MS (18) warga Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga.

Baca juga: Sepasang Begal Sadis Ditangkap, Salah Satunya Didor

Wakapolres Lombok Timur, Kompol Zaky Magfur mengungkapkan, kedua pelaku melancarkan aksinya saat korban bersama rekan wanitanya duduk santai di Pantai Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Jumat malam.

"Kedua pelaku, mendatangi korban dengan alasan meminta kantong plastik. Tetapi dijawab korban tidak ada dan pelaku meninggalkan korban," katanya, Senin (20/6/2022).

Namun, 15 kemudian korban didatangi kembali oleh pelaku dan mengancam dengan menodongkan sebilah parang ke arah dada korban dan berhasil membawa kabur HP korban.

Baca: Residivis Begal Sadis Tumbang Diterjang Timah Panas

"Korban mengalami luka di bagian tangan. Saat itu korban ditodong parang ke arah bagian dada dan korban berusaha melawan hingga korban terluka di bagian tangan," ungkapnya.

Melihat kejadian itu, rekan wanita korban langsung teriak meminta tolong hingga kejadian ini dilaporkan ke aparat kepolisian dan kedua pelaku berhasil diringkus Tim Puma Polres Lombok Timur.

Saat ini, kedua pelaku digelandang ke Mapolres Lombok Timur untuk menjalani pemeriksaan. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa HP, uang tunai senilai Rp600 ribu hasil penjualan HP curian, pakaian, motor dan parang.

Baca: Begal Sadis di Pasuruan Babak Belur Dihakimi Warga

"Dari keterangan terduga pelaku, setelah kejadian itu, pelaku melakukan aksi serupa di tempat lain. Ini yang kami lakukan penyelidikan," sambungnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancama pidana paling lama 9 tahun kurungan penjara.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2035 seconds (10.55#12.26)