Jangkauan Pasar Petani Bantaeng Semakin Luas Berkat Jalan Usaha Tani
Minggu, 19 Juni 2022 - 20:37 WIB
loading...
Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan program JUT untuk Kelompok Tani Bonto Lerung di Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dengan panjang 520 meter dan lebar 4 meter.
A
A
A
BANTAENG - Dalam rangka memajukan sektor pertanian, salah satunya adalah melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Dalam kerangka itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan program JUT untuk Kelompok Tani Bonto Lerung di Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dengan panjang 520 meter dan lebar 4 meter.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, salah satu hal penting dalam rangka mendukung pengembangan sektor pertanian adalah dengan mendukung dengan program prasarana dan sarana pertanian. Salah satunya adalah Jalan Usaha Tani (JUT). "Pertanian ini tak kan lekang oleh waktu. Pertanian bak merpati putih yang tak pernah ingkar janji. Oleh karenanya, pertanian perlu prasarana dan sarana pertanian untuk pengembangannya," tutur Mentan SYL.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, Jalan Usaha Tani merupakan penopang utama bagi petani dalam mengembangkan budidaya pertanian mereka. Selain itu, Jalan Usaha Tani juga membantu petani dalam memperluas daya jangkau pemasarannya.
"Jalan Usaha Tani juga mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Jalan Usaha Tani ini mendukung pengembangan budidaya pertanian dan petani itu sendiri," kata Ali.
Dengan program tersebut, Ali menegaskan sektor pertanian dapat bergerak ke arah yang maju, mandiri dan modern. "Dengan Jalan Usaha Tani, mekanisasi pertanian akan semakin membuat petani dapat dengan mudah mengembangkan sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas," tutur dia.
Dikatakannya, Jalan Usaha Tani merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, dan peternakan) untuk memperlancar mobilitas alat mesin pertanian (alsintan), pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, tempat pengolahan atau pasar.
"Tujuannya membantu petani mengembangkan budidaya pertaniannya sebagaimana tujuan pembangunan pertanian nasional. Kami ingin petani memiliki fasilitas prasarana dan sarana pertanian yang baik, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian mereka," tutur Ali.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, salah satu hal penting dalam rangka mendukung pengembangan sektor pertanian adalah dengan mendukung dengan program prasarana dan sarana pertanian. Salah satunya adalah Jalan Usaha Tani (JUT). "Pertanian ini tak kan lekang oleh waktu. Pertanian bak merpati putih yang tak pernah ingkar janji. Oleh karenanya, pertanian perlu prasarana dan sarana pertanian untuk pengembangannya," tutur Mentan SYL.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, Jalan Usaha Tani merupakan penopang utama bagi petani dalam mengembangkan budidaya pertanian mereka. Selain itu, Jalan Usaha Tani juga membantu petani dalam memperluas daya jangkau pemasarannya.
"Jalan Usaha Tani juga mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Jalan Usaha Tani ini mendukung pengembangan budidaya pertanian dan petani itu sendiri," kata Ali.
Dengan program tersebut, Ali menegaskan sektor pertanian dapat bergerak ke arah yang maju, mandiri dan modern. "Dengan Jalan Usaha Tani, mekanisasi pertanian akan semakin membuat petani dapat dengan mudah mengembangkan sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas," tutur dia.
Dikatakannya, Jalan Usaha Tani merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, dan peternakan) untuk memperlancar mobilitas alat mesin pertanian (alsintan), pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, tempat pengolahan atau pasar.
"Tujuannya membantu petani mengembangkan budidaya pertaniannya sebagaimana tujuan pembangunan pertanian nasional. Kami ingin petani memiliki fasilitas prasarana dan sarana pertanian yang baik, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian mereka," tutur Ali.
Lihat Juga :