Murka Bung Karno Menganjurkan Koalisi Pemerintah Dikuburkan hingga Bikin Parpol Jungkir Balik

Senin, 20 Juni 2022 - 07:00 WIB
loading...
A A A
“Yah, tentu saya mempunyai konsepsi, dan jikalau diminta, Insya Allah konsepsi pun akan saya berikan,” kata Bung Karno. Bung Karno tidak main-main dengan gagasan barunya, termasuk kabinet model baru yang akan didukung semua partai besar. Ia melakukan konsultasi hukum kepada Profesor Djokosutono, yakni ahli hukum konstitusional yang bersama Supomo menulis buku Hukum Adat.

Baca juga: Retaknya Hubungan Dwitunggal Soekarno-Hatta hingga Mundur sebagai Wapres, Begini Cerita Sebenarnya

Bung Karno ingin memastikan kelayakan gagasannya dengan konteks UUDS 1950 yang berlaku saat itu. Setelah memulai pidatonya dengan menyerang parpol, pada 21 Februari 1947 itu Bung Karno juga blak-blakan menyampaikan keinginan politiknya. Pertama, ia mengusulkan adanya kabinet gotong royong yang mewakili semua partai politik atau semua fraksi di parlemen.

Prinsip dasar yang dipakai adalah kekeluargaan, kegotongroyongan yang merupakan jelmaan jiwa Indonesia. Kedua, Bung Karno mengusulkan adanya elemen Dewan Nasional yang susunannya meliputi segenap bangsa Indonesia tanpa memandang bulu asal golongannya. Di dalam Dewan Nasional terdiri dari golongan fungsional yang meliputi buruh, petani, cendikiawan, pengusaha nasional, Protestan, Katolik, alim ulama, pemuda dan Angkatan 45.

Di dalamnya termasuk juga perwakilan dari daerah-daerah. Para kepala staf, kepala polisi dan menteri-menteri penting akan menjadi anggota. “Soekarno sendiri akan menjadi ketua dewan itu, yang berfungsi untuk memberi nasihat kepada kabinet, baik diminta maupun tidak diminta. Dia menyimpulkan bahwa sebuah sistem seperti yang diterangkan dalam pidatonya akan berarti kembali kepada kepribadian sendiri,” tulis David Reeve dalam “Golkar Sejarah Yang Hilang, Akar Pemikiran & Dinamika”.

Reaksi pro kontra dari para pimpinan parpol langsung bermunculan. Mereka yang menolak menangkap gelagat, Bung Karno hendak memisahkan ormas-ormas dari partai sekaligus menyatukannya dalam kepentingan fungsional bersama komitmen visi besar Soekarno. Sebab semua perwakilan fungsional di dalam Dewan Nasional berasal dari ormas partai, bukan anggota parpol.

Sementara seperti dikutip dari George McTurnan Kahin dalam “Indonesia, Major Governments of Asia (1963)”, kalangan militer, terutama pimpinan Angkatan Darat (AD) mendukung gagasan Bung Karno. Mereka mendukung pembubaran partai-partai. Meski mendapat reaksi keras dari perdana menteri dan pemimpin partai, Bung Karno tetap mengeksekusi gagasanya, namun dengan melakukan modifikasi.

Pada 9 April 1957, kabinet baru yang bernama Kabinet Karya dibentuk dengan Presiden Soekarno menunjuk dirinya sendiri sebagai “warga negara Soekarno” yang bertindak sebagai formatur kabinet. Di bawah pimpinan Djuanda Kartawidjaja, tokoh non partai yang disegani, sebagian besar anggota Kabinet Karya terdiri pemimpin partai dan secara implisit merupakan koalisi PNI-NU.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Rekomendasi
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Berita Terkini
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved