Sosok Bripda Diego Korban Penyerangan OTK di Wamena, Polisi Ramah dan Murah Senyum
Minggu, 19 Juni 2022 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
Kakek Gogo sendiri merupakan pensiunan polisi yang pernah bertugas di Polres Jayawijaya. Sedangkan nenek Gogo adalah anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya.
Gogo menamatkan pendidikan SD hingga SLTA di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Selanjutnya dia menempuh pendidikan di kepolisian melalui program Bintara Otsus dan menyelesaikan pendidikan bintaranya di Sekolah Polisi Perairan Pondok Dayun Jakarta pada 22 Desember 2021.
Selanjutnya Gogo mengikuti pendidikan bintara lanjutan dalam Satua Elite Polri, Brimob. Gogo menyelesaikan pendidikan Brimob pada Maret 2022. Gogo kemudian ditempatkan di Batalyon D Brimob Wamena.
Sebelumnya satu Personel Brimob Yon D Wamena Bripda Diego Fernando Rumaropen dilaporkan meninggal dunia setelah dibacok oleh dua orang tak dikenal di wilayah Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu,(18/6/2022), kemarin. Selain itu, pelaku juga membawa kabur dua pucuk senjata api jenis Sniper Styer dan AK 101.
Informasinya, korban Bripda Diego Fernando Rumaropen mengikuti Danki Brimob Batalyon D Wamena, AKP. Rustam untuk menembak sapi karena diminta oleh pemiliknya atas nama Alex Matuan.
Usai menembak sapi yang dilakukan Danki Brimob Batalyon D Wamena, sang Danki kemudian menitipkan senpi jenis Sniper Styer pada korban yang juga membawa AK 101 untuk melihat sapi yang tertembak itu.
Gogo menamatkan pendidikan SD hingga SLTA di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Selanjutnya dia menempuh pendidikan di kepolisian melalui program Bintara Otsus dan menyelesaikan pendidikan bintaranya di Sekolah Polisi Perairan Pondok Dayun Jakarta pada 22 Desember 2021.
Selanjutnya Gogo mengikuti pendidikan bintara lanjutan dalam Satua Elite Polri, Brimob. Gogo menyelesaikan pendidikan Brimob pada Maret 2022. Gogo kemudian ditempatkan di Batalyon D Brimob Wamena.
Sebelumnya satu Personel Brimob Yon D Wamena Bripda Diego Fernando Rumaropen dilaporkan meninggal dunia setelah dibacok oleh dua orang tak dikenal di wilayah Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu,(18/6/2022), kemarin. Selain itu, pelaku juga membawa kabur dua pucuk senjata api jenis Sniper Styer dan AK 101.
Informasinya, korban Bripda Diego Fernando Rumaropen mengikuti Danki Brimob Batalyon D Wamena, AKP. Rustam untuk menembak sapi karena diminta oleh pemiliknya atas nama Alex Matuan.
Usai menembak sapi yang dilakukan Danki Brimob Batalyon D Wamena, sang Danki kemudian menitipkan senpi jenis Sniper Styer pada korban yang juga membawa AK 101 untuk melihat sapi yang tertembak itu.
Lihat Juga :