Menko Airlangga Sebut Kalimantan Utara Lokasi Pengembangan Industri Hidrogen
Sabtu, 18 Juni 2022 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Airlangga Dorong Pesantren Lahirkan Santripreneur
Airlangga menyebut, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur memang lebih rendah ketimbang nasional, yakni 3,21 persen dengan kontribusi hanya 8 persen.
Angka ini, kata Airlangga, bahkan lebih rendah jika dibanding Sumatera, yang mengalami pertumbuhan 4 persen dengan kontribusi 21 persen terhadap perekonomian nasional.
“Sementara Pulau Jawa mengalami pertumbuhan sebesar 5 persen dengan kontribusi mencapai 50 persen lebih,” ujar Airlangga.
Pemindahan ibu kota, lanjut Ketua Umum Partai Golkar ini juga bertujuan untuk menciptakan kota untuk semua dan sebagai identitas nasional serta penggerak ekonomi masa depan.
“Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memang diarahkan sebagai kota yang sustainable, green city, green energy and smart city,” jelas dia.
Di sisi lain, Airlangga memaparkan catatan positif pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi COVID-19 yang belum tuntas. Meski sempat mengalami pertumbuhan minus 3,69 persen, kini ekonomi Indonesia sudah tumbuh positif di angka 5 persen.
Ditambah lagi, dari sisi inflasi, Indonesia terbilang mengalami inflasi yang masih cukup terkendali, yakni di angka 3,5 persen. Angka ini, kata Airlangga masih lebih baik ketimbang angka inflasi di Amerika dan Uni Eropa yang menyentuh 8 persen, atau Singapura yang mencatatkan inflasi sebesar 5 persen.
Airlangga menyebut, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur memang lebih rendah ketimbang nasional, yakni 3,21 persen dengan kontribusi hanya 8 persen.
Angka ini, kata Airlangga, bahkan lebih rendah jika dibanding Sumatera, yang mengalami pertumbuhan 4 persen dengan kontribusi 21 persen terhadap perekonomian nasional.
“Sementara Pulau Jawa mengalami pertumbuhan sebesar 5 persen dengan kontribusi mencapai 50 persen lebih,” ujar Airlangga.
Pemindahan ibu kota, lanjut Ketua Umum Partai Golkar ini juga bertujuan untuk menciptakan kota untuk semua dan sebagai identitas nasional serta penggerak ekonomi masa depan.
“Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memang diarahkan sebagai kota yang sustainable, green city, green energy and smart city,” jelas dia.
Di sisi lain, Airlangga memaparkan catatan positif pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi COVID-19 yang belum tuntas. Meski sempat mengalami pertumbuhan minus 3,69 persen, kini ekonomi Indonesia sudah tumbuh positif di angka 5 persen.
Ditambah lagi, dari sisi inflasi, Indonesia terbilang mengalami inflasi yang masih cukup terkendali, yakni di angka 3,5 persen. Angka ini, kata Airlangga masih lebih baik ketimbang angka inflasi di Amerika dan Uni Eropa yang menyentuh 8 persen, atau Singapura yang mencatatkan inflasi sebesar 5 persen.
Lihat Juga :