Sejarah Jakarta Fair, Bermula dari Pasar Malam hingga Jadi Pameran Modern
Sabtu, 18 Juni 2022 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, penyelenggaraan PRJ atau Jakarta Fair mengalami perkembangan pengunjung atau pesertanya. Berawal dari sekadar pasar malam, acara ini berubah menjadi ajang pameran modern yang menunjukkan berbagai produk.Baca juga: Anies Resmi Buka Jakarta Fair 2022 di Kemayoran
Area yang dipakai juga bertambah. Dari yang hanya berawal tujuh hectare di kawasan Monas, pada tahun 1992 dipindah ke kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat yang menempati area seluas 44 haktare hingga saat ini.
Pada tahun 2011, Jakarta Fair dapat menghadirkan 2.600 perusahaan dengan 1.300 stand. Saat itu tema Jakarta Fair yakni “Jakarta Fair Turut Mempercepat Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia” dengan sub tema “Melalui Kegiatan Jakarta Fair Mengajak Seluruh Warga Bangsa Fokus Pada Perbaikan Iklim Investasi, Perluasan Lapangan Kerja, Memajukan Kesejahteraan Rakyat, dan Perkuat Daya Saing Indonesia di Pasar Dunia.”.
Pada tahun 2019, Jakarta Fair bahkan mencatat rekor transaksi hingga Rp7,5 triliun dan dibanjiri oleh 6,8 juta pengunjung.
Tak jauh berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, Jakarta Fair memamerkan sejumlah produk unggulan dalam negeri hasil produksi industri kecil, UKM, dan koperasi akan dipamerkan dalam event pameran terbesar di Asia Tenggara ini.
Ada produk furniture, interior, building material, otomotif, handycraft, garment, sport dan health, telekomunikasi, banking, stationary, komputer dan elektronik, dan property.
Kemudian, kosmetik, food dan drink, handphone, mainan anak-anak, sepatu, branded fashion, leather, branded product, multi-product, jasa dan produk BUMN, produk kreatif, dan berbagai produk unggulan lainnya.
Area yang dipakai juga bertambah. Dari yang hanya berawal tujuh hectare di kawasan Monas, pada tahun 1992 dipindah ke kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat yang menempati area seluas 44 haktare hingga saat ini.
Pada tahun 2011, Jakarta Fair dapat menghadirkan 2.600 perusahaan dengan 1.300 stand. Saat itu tema Jakarta Fair yakni “Jakarta Fair Turut Mempercepat Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia” dengan sub tema “Melalui Kegiatan Jakarta Fair Mengajak Seluruh Warga Bangsa Fokus Pada Perbaikan Iklim Investasi, Perluasan Lapangan Kerja, Memajukan Kesejahteraan Rakyat, dan Perkuat Daya Saing Indonesia di Pasar Dunia.”.
Pada tahun 2019, Jakarta Fair bahkan mencatat rekor transaksi hingga Rp7,5 triliun dan dibanjiri oleh 6,8 juta pengunjung.
Tak jauh berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, Jakarta Fair memamerkan sejumlah produk unggulan dalam negeri hasil produksi industri kecil, UKM, dan koperasi akan dipamerkan dalam event pameran terbesar di Asia Tenggara ini.
Ada produk furniture, interior, building material, otomotif, handycraft, garment, sport dan health, telekomunikasi, banking, stationary, komputer dan elektronik, dan property.
Kemudian, kosmetik, food dan drink, handphone, mainan anak-anak, sepatu, branded fashion, leather, branded product, multi-product, jasa dan produk BUMN, produk kreatif, dan berbagai produk unggulan lainnya.
(mhd)
Lihat Juga :