Pemkab Luwu Utara Gelar Pelatihan Manajemen Kelompok Usaha Bersama
Kamis, 16 Juni 2022 - 22:12 WIB
loading...
Pemkab Luwu Utara menggelar Pelatihan Manajemen Bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) tahun anggaran 2022, Kamis (16/6/2022). Foto: Protokoler Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara melalui Dinas Sosial menggelar Pelatihan Manajemen Bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) tahun anggaran 2022, Kamis (16/6/2022).
Kegiatan yang dihelat di Aula Dinas Pendidikan Luwu Utara dihadiri Sekda Luwu Utara, Armiadi, Plt Kadis Sosial Kabupaten Luwu Utara Ari Setiawan, dan lima kelompok Kube.
Baca juga:Resmi Diluncurkan, Ini 11 Tahapan Penyelenggaraan Pemilu 2024
Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Luwu Utara, Jufri mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman bagi anggota kelompok, agar bantuan hibah dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, sesuai jenis usaha.
"Sebagai motivasi terhadap anggota kelompok dalam mengelola usaha yang telah berjalan atau yang baru memulai usaha yang telah berjalan atau yang baru memulai usahanya," kata dia.
Ia pun berharap agar semua kelompok memiliki semangat dan keinginan untuk mengubah kehidupan yang lebih sejahtera, sehingga keluar dari garis kemiskinan.
"Kelompok Kube yang mengikut pelatihan hari ini adalah 5 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 10 orang," kata Jufri.
Baca juga:Penguatan Ketahanan Pangan di Luwu Utara Mulai dari Pekarangan Rumah
Jufri menjelaskan Kube yang dialokasikan masing-masing berada di Kecamatan Mappedeceng Desa Cendana Putih I, berupa KubeUnggas Mandiri, jenis usaha ternak bebek petelur, Kube Mekar Sari jenis usaha ternak ayam kampung.
Jufri melanjutkan, di Kecamatan Baebunta, Desa Baebunta, Kube Meubel Rahma jenis usaha meubel. Kecamatan Masamba, Desa Baloli, Kube Paddi jenis usaha pandai besi. Desa Rompu, Kube Karya Indah jenis usaha menjahit.
Sekda Luwu Utara, Armiadi mengatakan, pemerintah daerah mengalokasikan sebanyak 5 kelompok di tiga kecamatan untuk kelompok usaha bersama.
"Kube ini sudah lama terbentuk yang inventarisasi untuk keluarga kita yang kurang mampu sehinga pemda mengupayakan bagaimana kemudian kita yang ada di Kube kategori bisa, diberdayakan salah satunya adalah memberikan bantuan melalui Kube ini," tuturnya.
Ia pun berharap penerima Kube mengikuti proses belajar mengajar dengan baik. "Ada yang dilakukan berarti akan ada yang akan kita evaluasi nantinya, ada kewajiban dan hak yang harus kita penuhi," tutur dia.
Baca juga:Wabup Lutra Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Jaga Lingkungan
Armiadi juga mengatakan untuk saat ini semua yang hadir memiliki PR bersama, karena di Luwu Utara cukup tinggi angka kemiskinan.
"Olehnya kita berupaya dan kita berharap yang mengikuti pelatihan ini dapat keluar dari garis kemiskinan. Intinya bagaimana bantuan ini dapat kita manfaatkan dengan maksimal, penerima Kube ini betul-betul diberikan atensi dan perhatian," tutup Armiadi.
Kegiatan yang dihelat di Aula Dinas Pendidikan Luwu Utara dihadiri Sekda Luwu Utara, Armiadi, Plt Kadis Sosial Kabupaten Luwu Utara Ari Setiawan, dan lima kelompok Kube.
Baca juga:Resmi Diluncurkan, Ini 11 Tahapan Penyelenggaraan Pemilu 2024
Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Luwu Utara, Jufri mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman bagi anggota kelompok, agar bantuan hibah dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, sesuai jenis usaha.
"Sebagai motivasi terhadap anggota kelompok dalam mengelola usaha yang telah berjalan atau yang baru memulai usaha yang telah berjalan atau yang baru memulai usahanya," kata dia.
Ia pun berharap agar semua kelompok memiliki semangat dan keinginan untuk mengubah kehidupan yang lebih sejahtera, sehingga keluar dari garis kemiskinan.
"Kelompok Kube yang mengikut pelatihan hari ini adalah 5 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 10 orang," kata Jufri.
Baca juga:Penguatan Ketahanan Pangan di Luwu Utara Mulai dari Pekarangan Rumah
Jufri menjelaskan Kube yang dialokasikan masing-masing berada di Kecamatan Mappedeceng Desa Cendana Putih I, berupa KubeUnggas Mandiri, jenis usaha ternak bebek petelur, Kube Mekar Sari jenis usaha ternak ayam kampung.
Jufri melanjutkan, di Kecamatan Baebunta, Desa Baebunta, Kube Meubel Rahma jenis usaha meubel. Kecamatan Masamba, Desa Baloli, Kube Paddi jenis usaha pandai besi. Desa Rompu, Kube Karya Indah jenis usaha menjahit.
Sekda Luwu Utara, Armiadi mengatakan, pemerintah daerah mengalokasikan sebanyak 5 kelompok di tiga kecamatan untuk kelompok usaha bersama.
"Kube ini sudah lama terbentuk yang inventarisasi untuk keluarga kita yang kurang mampu sehinga pemda mengupayakan bagaimana kemudian kita yang ada di Kube kategori bisa, diberdayakan salah satunya adalah memberikan bantuan melalui Kube ini," tuturnya.
Ia pun berharap penerima Kube mengikuti proses belajar mengajar dengan baik. "Ada yang dilakukan berarti akan ada yang akan kita evaluasi nantinya, ada kewajiban dan hak yang harus kita penuhi," tutur dia.
Baca juga:Wabup Lutra Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Jaga Lingkungan
Armiadi juga mengatakan untuk saat ini semua yang hadir memiliki PR bersama, karena di Luwu Utara cukup tinggi angka kemiskinan.
"Olehnya kita berupaya dan kita berharap yang mengikuti pelatihan ini dapat keluar dari garis kemiskinan. Intinya bagaimana bantuan ini dapat kita manfaatkan dengan maksimal, penerima Kube ini betul-betul diberikan atensi dan perhatian," tutup Armiadi.
(luq)
Lihat Juga :