Menteri PPPA dan FBI Beri Penghargaan pada Ditreskrimsus Polda Metro Jaya

Rabu, 24 Juni 2020 - 13:50 WIB
loading...
Menteri PPPA dan FBI...
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang menyerahkan penghargaan kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Rabu (24/06/2020). Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Keberhasilan Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkap kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur mendapat apresiasi sejumlah pihak. Salah satunya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Sebagai bentuk apresiasi Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang memberikan penghargaan dan langsung diterima Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di gedung Promoter Polda metro jaya, Rabu (24/06/2020) pukul 09.30 WIB. Federal Bureau Investigation (FBI) juga menyerahkan pengargaan kepada Dirkrimsus PMJ karena berhasil menangkap buronan FBI, Russ Albert Medlin.

Seperti diketahui Russ Albert Medlin merupakan buron FBI yang diburu sejak 2019. Ia terlibat kasus penipuan investasi Bitcoin dengan kerugian Rp11 triliun. Ia ditangkap karena melakukan pelecahan anak di bawah umur. (Baca juga: Buronan FBI Kasus Penipuan, Ternyata Residivis Kasus Pedofilia)

“Apresiasi dan penghargaan setingi-tingginya kami berikan kepada Polda Metro Jaya dalam hal ini kepada Direktorat Kriminal Khusus atas keberhasilannya didalam mengungkap kasus kekerasan seksual terhadap anak,” kata I Gusti Ayu Bintang.

Ia mengatakan, Indonesia telah meratifikasi konfrensi hak anak. Di mana mandat hak anak ini sudah diturunkan melalui berbagai peraturan perundang-undangan. Salah satunya UU No 35/2015 atas perubahan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. (Baca juga: Kakek Pedofil Asal Jepang di Bali Dibui 5 Tahun Penjara)

Yang perlu digarisbawahi dalam UU itu bahwa perlindungan terhadap anak tidak menjadi tanggung jawab satu pihak. Perlindungan anak menjadi tanggung jawab negara, pemerintah, masyarakat, dan keluarga juga orang tua maupun wali.

“Terima kasih kepada kapolda beserta jajarannya. Tentunya kerja sama tidak hanya berhenti di kasus ini saja. Saya melihat bagaimana komitmen di semua jajaran aparat penegak hukum yang ada di seluruh Indonesia dalam tindakan yang cepat dan tepat untuk menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana merasa bangga dengan apresiasi dan penghargaan yang diberikan menteri PPPA dan FBI. “Ada dua penghargaan yang kami peroleh atas pengungkapan kasus persetubuhan anak dibawah umur dan penangakapan buronan FBI, “ kata Nana didampingi Dirkrimsus PMJ Kombes Pol Roma Hutujulu.

Terkait masih ada kekerasaan terhadap perlindungan anak dan perempuan, kapolda berjanji akan terus melakukan perlindungan. “Selain itu saya juga minta peran serta masyarakat karena tanpa bantuannya polisi tidak akan bisa bekerja dengan sendiri, “ ujar mantan Kapolda NTB ini.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved