Intervensi Gizi Balita, Wali Kota Jakpus Tinjau Posyandu di Kelurahan Kartini
Senin, 13 Juni 2022 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, ada ciri-ciri anak dengan gizi buruk biasanya memiliki ciri-ciri kulit yang kering, lemak di bawah kulit berkurang, dan otot mengecil. Jika telah mencapai tahap lanjut, ada kemungkinan perut anak menjadi buncit.
Baca juga: Tanggulangi Stunting dan Gizi Buruk dengan Gerakan Masif Masyarakat
Sementara itu, ciri anak yang mengalami stunting adalah pertumbuhannya melambat. Hal itu dapat dilihat dari tubuh yang lebih pendek dan tampak lebih muda dibanding teman-teman seusianya. Pubertas pada anak dengan kasus stunting pun kerap terlambat.
"Pada dasarnya, gizi buruk disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam waktu yang relatif singkat ketimbang stunting. Sedangkan stunting umumnya diakibatkan kekurangan gizi dalam jangka panjang, terutama di masa 1.000 hari pertama kehidupan anak. Di samping itu, ada faktor lain seperti tingginya frekuensi sakit anak dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang tidak tertangani dengan baik," ujar I Gusti Ayu Ariwaty.
"Kita harus menangani stunting secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kesehatan pada saat remaja, memasuki pernikahan, kehamilan, hingga melahirkan. Semuanya kita pantau secara menyeluruh dan berkala," sambungnya.
Baca juga: Tanggulangi Stunting dan Gizi Buruk dengan Gerakan Masif Masyarakat
Sementara itu, ciri anak yang mengalami stunting adalah pertumbuhannya melambat. Hal itu dapat dilihat dari tubuh yang lebih pendek dan tampak lebih muda dibanding teman-teman seusianya. Pubertas pada anak dengan kasus stunting pun kerap terlambat.
"Pada dasarnya, gizi buruk disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam waktu yang relatif singkat ketimbang stunting. Sedangkan stunting umumnya diakibatkan kekurangan gizi dalam jangka panjang, terutama di masa 1.000 hari pertama kehidupan anak. Di samping itu, ada faktor lain seperti tingginya frekuensi sakit anak dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang tidak tertangani dengan baik," ujar I Gusti Ayu Ariwaty.
"Kita harus menangani stunting secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kesehatan pada saat remaja, memasuki pernikahan, kehamilan, hingga melahirkan. Semuanya kita pantau secara menyeluruh dan berkala," sambungnya.
(jon)
Lihat Juga :