Meski Larangan Ekspor CPO Telah Dicabut, Harga Jual Sawit di Kobar Masih Rendah

Jum'at, 10 Juni 2022 - 09:05 WIB
loading...
Meski Larangan Ekspor CPO Telah Dicabut, Harga Jual Sawit di Kobar Masih Rendah
Terus menurunya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit membuat petani sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng mengeluh. (Ist)
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Terus menurunya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit membuat petani sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng mengeluh.

Wakil Ketua II DPRD Kobar, Bambang Suhermanmeminta agar pemerintah daerah ikut turun tangan dan bisa menyampaikan masalah di lapangan ke Presiden maupun ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Meski larangan eskpor telah dicabut, namun harga TBS tetap merosot. "Maka menyikapi hal ini Dinas terait harus sering melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi. Karena yang menentukan harha TBS ini adalah provinsi," kata Bambang Suherman.

Baca: Perusahaan BUMD di Riau Diminta Produksi Minyak Goreng dari Kelapa.

Mengingat, persoalan harga TBS kelapa sawit ini juga sangat dikeluhkan banyak pihak. Ditambah lagi hampir 70% masyarakat Kobar ini memiliki kebun sawit. Bahkan sawit ini menjadi komoditi andalan masyarakat dibandingkan yang lain.

"Maka masalah ini bisa menjadi besar, jika semakin lama harga TBS turun karena tak sesuai dengan harga pokok produksi.”

Saat ini harga TBS kelapa sawit Rp1.200. "Ke depan dampaknya juga menjadi besar. Sehingga kami meminta agar Pemkab Kobar segera ambil langkah dan sikap," pungkasnya.
(nag)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1803 seconds (11.210#12.26)